Connect with us

PALEMBANG

Bapenda Sumsel Imbau Laporkan Kendaraan yang Dijual

Published

on

Bappeda Sumsel.

Sumselraya.com, Palembang – Badan Pendapatan Daerah Sumatera Selatan mengimbau warga Palembang dan daerah lainnya untuk melaporkan kendaraanya yang telah dijual guna menghindari pengenaan tambahan biaya pajak atau pajak progresif bagi yang memiliki kendaraan bermotor lebih dari satu.

“Untuk menghindari pajak progresif, pemilik kendaraan untuk mengecek data kendaraan yang tercatat di alamat tempat tinggalnya di kantor Samsat, dan mengajukan penghentian jika ada kendaraan yang telah dijual masih terdaftar di alamat yang sama sehingga bisa segera dilakukan balik nama oleh pembeli,” kata Kepala UPT Bapenda Samsat Palembang 1, Alkala Zamora di Palembang, Senin (12/3/2018).

Menurut dia, hingga kini pihaknya masih sering menerima keluhan pemilik kendaraan bermotor yang tidak mengetahui adanya ketentuan pajak progresif berdasarkan alamat yang terdaftar di Samsat lebih dari satu kendaraan.

Penerapan pajak progresif telah lama diberlakukan sekitar 2012, namun selama ini sistemnya diterapkan atas nama pemilik bukan berdasarkan alamat kendaraan.

Selama ini dalam satu alamat tempat tinggal terdapat lima mobil namun tercatat atas nama berbeda setiap unitnya tidak dikenakan pajak progresif, namun sekarang ini jika dalam satu alamat tercatat lebih dari satu unit kendaraan bermotor yang memiliki kapasitas 500 CC ke atas dan berusia 1-15 tahun dikenakan pajak progresif.

Penerapan aturan baru pajak progresif tersebut mengacu pada Peraturan Gubernur Sumsel (Pergub) No.31 Tahun 2016 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perubahan Kedua Perda No.3 Tahun 2011 Tentang Pajak Daerah, katanya.

Dia menjelaskan, berdasarkan ketentuan itu, diingatkan kepada masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor untuk memperhatikan aturan tersebut serta segera melakukan balik nama bagi yang membeli kendaraan bekas karena pemilik sebelumnya kemungkinan membeli kendaraan baru sehingga berpotensi ketika membayar pajak tahunan terkena ketentuan progresif.

Untuk lebih memasyarakatkan aturan pajak progresif itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi penerapan pajak progresif terhadap pemilik kendaraan bermotor lebih dari satu di Kota Palembang dan wilayah Sumatera Selatan lainnya, ujar Alkala. (yud)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PALEMBANG

BPJS Ketenagakerjaan Gaet Pedagang Pasar di Palembang Jadi Peserta

Published

on

"Pasar Sadar" akan menjadi kebutuhan pedagang dan pekerja yang sudah sadar risiko keselamatan kerja serta membuat keluarga mereka lebih nyaman karena adanya jaminan.

Sumselraya.com, Palembang – BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumatera Selatan mulai menggaet pedagang pasar di Kota Palembang menjadi peserta melalui Program Pasar Sadar.

Asisten Deputi Direktur Wilayah Sumbagsel Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Utami Ningsih, di Palembang, Rabu (4/12/2019), mengatakan para pekerja sektor informal di pasar, seperti pedagang maupun tenaga angkut, diikutkan dalam dua program, yakni kecelakaan kerja dan kematian.

“Risiko kecelakaan dan kematian di pasar itu cukup tinggi, apalagi pedagang yang harus bolak-balik di jalan, maka kami ingin melindungi mereka dengan keikutsertaan di BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya saat meluncurkan “Pasar Sadar” di Pasar Induk Jakabaring Palembang.

Dia menjelaskan “Pasar Sadar” merupakan proyek percontohan di Sumsel dan secara masif akan diperluas pada 2020, di mana BPJS Ketenagakerjaan menggandeng Pemkot Palembang mengoptimalkan keikutsertaan para pedagang dalam program jaminan sosial tersebut.

Pada peluncuran itu, 200 pedagang di Pasar Induk Jakabaring menjadi peserta, di mana mereka akan mendapatkan jaminan kecelakaan kerja 48 kali dari upah yang dilaporkan dan jaminan kematian Rp24 juta.

Iuran untuk dua program tersebut, Rp16.800 per bulan. Pedagang di pasar dapat mendaftarkan diri jika tidak termasuk pekerja Bukan Penerima Upah (BPU), sedangkan para pemilik toko dapat mendaftarkan pekerjanya sebagai Pekerja Penerima Upah (PU).

Ia menjelaskan “Pasar Sadar” akan menjadi kebutuhan pedagang dan pekerja yang sudah sadar risiko keselamatan kerja serta membuat keluarga mereka lebih nyaman karena adanya jaminan.

Jika terjadi kecelakaan kerja, katanya, mereka akan mendapat perawatan dan pengobatan sampai sembuh dan tidak perlu mengeluarkan biaya karena bisa dibawa ke rumah sakit yang bekerja sama dengan BPKS Ketenagakerjaan.

“Dari rumah hingga ke pasar kemudian sampai pulang mereka terlindungi dengan BPJS Ketenagakerjaan,” kata Ningsih.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Palembang, Hardayani, mengatakan ada 38 pasar swasta dan milik pemerintahan di Kota Palembang sehingga ekspektasi kepesertaan yang bisa dihimpun BPJS Ketenagakerjaan 11.000 pedagang dengan prakiraan 300 peserta dalam satu pasar.

“Kami mengimbau agar para pedagang terdaftar menjadi peserta BPS Ketenagakerjaan karena manfaat perlindungan yang didapat amat banyak dan relevan dengan risiko pekerjaan,” katanya.

Agar program “Pasar Sadar” berjalan optimal, ia memungkinkan bekerja sama dengan PD Pasar Palembang dalam menghimpun para pedagang yang bisa didaftarkan pada 2020. (ran)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PALEMBANG

Gubernur Sumsel Lepas Jalan Sehat PWI

Published

on

Selain jalan sehat juga dilaksanakan donor darah di halaman kantor Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di Palembang, Minggu (1/12/2019).

Sumselraya.com, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru melepas peserta jalan sehat PWI serangkaian kegiatan dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional dan HUT ke -74 PWI.

Selain jalan sehat juga dilaksanakan donor darah di halaman kantor Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di Palembang, Minggu (1/12/2019).

Sebelum melepas peserta jalan sehat PWI Peduli, Gubernur mengatakan pihaknya mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan PWI seperti ini.

Memang profesi wartawan dalam menjalankan tugasnya tidak seleluasa seperti dahulu.

Hal ini, lanjut Gubernur, bukan dikarenakan adanya regulasi dari pemerintah, namun disebabkan kian pesatnya teknologi informasi.

Sehubungan itu wartawan dituntut untuk menguasai IT dan berbagai lokasi yang menjadi sumber berita.

Gubernur juga minta agar PWI sebagai organisasi wartawan tertua di Indonesia dapat mendata dan membina wartawan sehingga profesional dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.

Sementara Ketua PWI Sumsel H Firdaus Komar mengatakan jalan sehat ini digelar untuk memeriahkan road to HPN 2020, HUT ke-74 PWI, dan Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) yang akan dilaksanakan di Kota Lubuklinggau.

Menurut dia, untuk pertama kalinya PWI Sumsel menggelar Porwada yang akan menyeleksi atlet-atlet dari unsur wartawan PWI kabupaten dan kota di Sumsel.

Sementara Ketua Panitia Jalan Sehat PWI Peduli, Marintan mengatakan, kegiatan ini terbuka untuk umum.

Selain para peserta punya kesempatan untuk mendapatkan hadiah utama berupa umrah, sepeda motor, dan ratusan hadiah menarik lainnya.

Sebagaimana diketahui, ribuan peserta Jalan Sehat Peduli ini mulai start di halaman Kantor Gubernur Sumsel–Jalan Radial-Arah IP Palembang- Jalan Jend Sudirman-Simpang RS Charitas, kemudian kembali finish di kantor Gubernur Sumsel.

Hadir dalam Jalan Sehat Spektakuler dan Donor Darah ini, antara lain Ketua DKP PWI Sumsel, H Kurnati Abdullah, pengurus harian dan pengurus PWI Sumsel, pengurus PWI kabupaten dan kota, dan masyarakat. (jms)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PALEMBANG

Gubernur Sumsel Ajak Kapolda Baru Cegah Karhutla

Published

on

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru.

Sumselraya.com, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru mengajak Kapolda Sumsel yang baru dilantik Irjen Pol Priyo Widyanto untuk mencegah agar di daerah ini tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Sumsel rawan kebakaran hutan dan lahan sehingga harus dicegah, kata Gubernur usai menerima Kapolda Sumsel di Palembang, Kamis (28/11/2019).

Untuk itu dia meminta Kapolda untuk aktif melibatkan aparatnya di daerah hingga pelosok desa untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

“Ajak dan sosialisasikan kepada masyarakat agar menghindari aktifitas pembakaran saat membuka lahan pertanian. Jangan membuka lahan dengan cara membakar karena itu sangat berbahaya,” kata Gubernur.

Dalam pertemuan tersebut Herman Deru memaparkan secara rinci kondisi wilayah Sumsel yang luasnya mencapai 91.592 km persegi yang terbagi atas 17 kabupaten dan kota yang didiami banyak suku dan adat istiadat.

Namun meskipun demikian Provinsi Sumsel tetap dalam keadaan aman dan kondusif.

“Alhamdulillah di Sumsel ini tidak pernah terjadi konflik. Walaupun orang Sumsel dikenal dengan temperamennya yang keras, tetapi sejauh ini tetap aman dan kondusif terbebas dari berbagai macam konflik, baik antar suku maupun antar agama,” katanya.

Gubernur juga menjelaskan, selama ini sejumlah ruas jalan di Sumsel kerap terjadi kemacetan dampak dari lalu lintas angkutan batu bara.

Namun hal tersebut saat ini sudah teratasi dengan dijalankannya Perda Nomor 5 Tahun 2011 dan Pergub Nomor 74 Tahun 2018 tentang Larangan Pengangkutan Batu Bara Melalui Jalan Umum.

Mobil angkutan batu bara dij alan umum sudah ditutup pak Kapolda. Kenapa? Karena itu membuat resah masyarakat dampaknya banyak mengakibatkan kemecetan yang begitu parah dimulai dari Kabupaten Lahat dan Kabupaten Muara Enim, Indralaya hingga Kota Palembang, ujar Herman Deru.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Priyo Widyanto mengucapkan terima kasih kepada Gubernur yang telah banyak memberikan bantuan dan perhatian kepada jajaran Polda Sumsel.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pak Gubernur, atas perhatiannya kepada pihak kepolisian berupa bantuan sarana dan prasaran penunjang aparat kepolisian dalam menjalankan tugas,” tambah Kapolda. (ran)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending