Connect with us

PALEMBANG

Harga Ikan Nila di Palembang Bertahan

Published

on

Harga ikan nila di sejumlah pasar Kota Palembang, Sumatera Selatan, tetap bertahan atau tidak mengalami penaikan sejak seminggu terakhir.

Sumselraya.com, Palembang – Harga ikan nila di sejumlah pasar Kota Palembang, Sumatera Selatan, tetap bertahan atau tidak mengalami penaikan sejak seminggu terakhir.

Pedagang ikan Marlina di Palembang, Kamis (29/3/2018) mengatakan bahwa harga ikan nila hingga hari ini tetap bertahan karena pasokannya stabil.

Menurut dia, ikan nila tersebut dipasok dari Kabupaten Musirawas karena daerah itu cukup banyak budi daya ikan kolam air derasnya.

“Kami mengambil ikan ini dari pedagang di Pasar Induk Jakabaring untuk dijual kembali kepada masyarakat,” katanya.

Karena harga ikannya tidak mengalami penaikan, harga jual kepada masyarakat juga tidak naik, atau menyesuaikan dengan harga di pasaran.

“Ikan nila itu dijual dengan harga Rp30 ribu per kilogram, saya hanya mengambil untung sedikit sebesar Rp2.000,00/kg,” ucapnya.

Ia menuturkan bahwa harga ikan rata-rata tidak mengalami penurunan, hanya ikan sarden yang mengalami sedikit penurunan sebesar Rp2.000,00/kg dari sebelumnya Rp30 ribu/kg menjadi Rp28 ribu/kg.

Ibu rumah tangga Rita menyampaikan harga ikan di Pasar Plaju Palembang tetap bertahan karena pasokannya stabil.

Hanya ikan sarden saja yang mengalami sedikit penurunan, sementara berbagai jenis ikan lainnya tetap bertahan harganya, tuturnya.

Ia berharap harga berbagai jenis ikan laut dan ikan air tawar itu bisa lebih murah sehingga bisa terjangkau oleh masyarakat, seperti dikutip Antara. (ssw)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PALEMBANG

Gubernur : Kejuaraan Sepak Bola Persiapan Pasok Pemain Sriwijaya FC

Published

on

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru.

Sumselraya.com, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan kejuaraan sepak bola U-20 piala gubernur yang dilaksanakan di kabupaten dan kota di provinsi itu dalam jangka panjang sebagai persiapan untuk memasok pemain lokal bagi tim Sriwijaya FC.

“Pertandingan untuk memperebutkan piala gubernur sudah kami lakukan. Kejuaraan ini guna mempersiapkan pemain dalam jangka panjang, salah satunya untuk memasok pemain lokal tim Sriwijaya FC,” kata Herman Deru usai menghadiri pembukaan kejuaraan sepak bola piala gubernur di Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Selasa (22/10/2019).

Ia mengemukakan pihaknya menaruh perhatian besar terhadap cabang olahraga sepak bola. “Oleh karena itu, setiap kick off saya tidak pernah mewakilkan. Saya ingin bertemu langsung dengan saudara-saudara semua untuk bersilaturahim,” ucapnya.

Selain itu, katanya, turnamen piala gubernur bertujuan untuk mencari bibit pemain muda yang memiliki skil untuk dibina menjadi pemain profesional yang diharapkan dapat bermain di level lebih tinggi serta berupaya meminimalisasi impor pemain (pemain asing).

“Target kita Sriwijaya FC harus kembali ke liga satu dan pemainnya harus putra daerah. Bukan tidak mungkin ke depannya pemain tim kebanggaan masyarakat Sumsel itu diisi anak-anak muda dari Ogan Komering Ulu Selatan,” katanya.

Menurut dia, pembukaan turnamen sepak bola u20 piala Gubernur di Kabupaten OKU Selatan merupakan yang terakhir atau ke-17 dari Kabupaten dan kota di Sumsel.

Juara dari kabupaten dan kota nantinya akan diikutkan pada tingkat provinsi yang dilangsungkan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang pada November 2019, termasuk grand final.

Gubernur mengatakan ke depan Sumsel harus sukses dalam penyelenggaraan kejuaraan olahraga maupun sukses dalam prestasi. Karena itu pihaknya mengajak seluruh pemuda di Ogan Komering Ulu Selatan untuk berbuat secara nyata dalam memajukan dunia olahraga.

Hal ini, lanjutnya, karena pada ajang PON beberapa waktu lalu prestasi Sumsel tidak begitu baik, padahal kondisi sarana prasarana olahraga sudah sangat lengkap. “Untuk itu kami berharap prestasi Sumsel di ajang PON 2020 di Papua dapat lebih baik,” ujarnya. (ran)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PALEMBANG

Kualitas Udara Palembang Masih Tidak Sehat Akibat Kabut Asap

Published

on

Akibat asap Senin (21/10/2019) pagi, kualitas udara di Kota Palembang terpantau berbahaya menurut data air visual terintegrasi satelit pada rentang pukul 06.00 - 09.00 WIB.

Sumselraya.com, Palembang – Kualitas udara di Kota Palembang masih tidak sehat cenderung berbahaya akibat intensitas kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut belum reda hingga Senin (21/10/2019) pagi.

Berdasarkan Pantauan, Senin (21/10/2019), kabut asap pekat nampak memenuhi jalan-jalan di Kota Palembang pada rentang pukul 04.00 – 07.30 WIB atau beriringan dengan jam masuk sekolah yang kembali diaktifkan usai diliburkan pemerintah setempat sepekan terakhir.

“Kabut asap memang lumayan tebal, tapi tidak separah minggu lalu, ya walaupun belum terlalu aman juga untuk anak-anak sekolah,” kata sala seorang warga, Rudi Winarto saat mengantarkan anaknya sekolah.

Menurut dia jika kabut asap belum berkurang maka ia khawatir kesehatan anak-anak akan terganggu, sehingga jika Pemkot Palembang kembali meliburkan sekolah maka akan membuat orang tua siswa tidak khawatir.

Akibat asap Senin (21/10/2019) pagi, kualitas udara di Kota Palembang terpantau berbahaya menurut data air visual terintegrasi satelit pada rentang pukul 06.00 – 09.00 WIB, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) berada pada angka 356 dengan kategori berbahaya atau setara 306 mikrogram PM 2,5.

Sementara berdasarkan laman resmi LAPAN, terdapat 195 titik panas selama 24 jam terakhir di Wilayah Sumsel yang mayoritas berada di Kabupaten OKI, 87 titik di antaranya memiliki tingkat kepercayaan 80 persen.

“Kami berharap semoga asap ini cepat hilang, bukan anak-anak saja yang terganggu, kami pun juga terganggu kalau lagi kerja,” kaya Rudi.

Sementara Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Bambang Beny Setiaji, mengatakan kemungkinan asap di Kota Palembang masih berasal dari wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) mengikuti arah angin.

“Selama musim kemarau, angin dari arah sana,” ujar Beny. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PALEMBANG

Kabut Asap Masih Selimuti Palembang Meski Diguyur Hujan

Published

on

Asap masih menyelimuti Kota Palembang karena wilayah sumber asap di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tidak terpapar hujan.

Sumselraya.com, Palembang – Kabut asap pekat masih menyelimuti Kota Palembang meski hujan intensitas ringan hingga sedang sempat mengguyur wilayah tersebut pada Rabu (16/10/2019) siang dan malam.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Bambang Beny Setiaji, di Palembang, Kamis (17/10/2019), mengatakan asap masih menyelimuti Kota Palembang karena wilayah sumber asap di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tidak terpapar hujan.

“Kondisi asap masih tetap berpotensi terjadi di Sumsel karena wilayah-wilayah yang memiliki jumlah titik panas signifikan belum terpapar hujan, apalagi lahan gambut yang terbakar cukup luas dan dalam,” ujar Beny.

Menurut dia kebakaran hutan, kebun dan lahan akan efektif padam jika terjadi hujan dengan sistem konvektif berskala Meso, sebab hujan yang diakibatkanya berlangsung lama dan kerap terjadi pada malam hingga pagi hari.

Fenomena asap, kata dia, diindikasikan dengan kelembapan yang rendah dengan partikel-partikel kering di udara, sehingga mengurangi jarak pandang, beraroma khas, berefek perih di mata, mengganggu pernafasan dan matahari terlihat berwarna jingga pada sore hari.

“jika ada campuran kelembapan yang tinggi seperti partikel basah atau uap air, maka akan membentuk fenomena kabut asap yang umumnya terjadi pada pagi hari,” tambahnya.

Namun BMKG memprediksi adanya potensi hujan pada 17-19 Oktober 2019 dengan kriteria hujan sedang hingga lebat di Kabupaten Musi Rawas, Muratara, Empat Lawang, Musi Banyuasin, Lahat, PALI, OKU, OKU Selatan, Muara Enim, Kota Prabumulih, Palembang, Lubuklinggau dan Pagaralam.

“Secara regional, adanya pusat tekanan rendah di Samudera Hindia mengakibatkan bertemunya aliran massa udara dari Laut Cina Selatan dan Laut Jawa yang mengandung uap air ke arah pusat tekanan rendah tersebut, dari fenomena inilah potensi hujan itu ada,” jelasnya.

Sementara untuk potensi hujan ringan terjadi di Kabupaten Banyuasin, OKI, Ogan Ilir dan OKU Timur. (jtr)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending