Connect with us

HUKUM

Aji Ingatkan Calonkada-Timses Tidak Intimidasi Jurnalis

Published

on

Ketua AJI Bandarlampung, Padli Ramdan. (tengah)

Sumselraya.com, Bandarlampung – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung meminta seluruh calon kepala daerah dan tim pendukung/tim suksesnya tidak melakukan intimidasi atau kekerasan terhadap jurnalis.

Jangan sampai kekerasan terhadap jurnalis di Kota Ambon terjadi di daerah lain yang menyelenggarakan Pilkada Serentak 2018, kata Ketua AJI Bandarlampung Padli Ramdan, di Bandarlampung, Senin (2/4/2018) dalam pernyataan tertulisnya menyikapi adanya tindakan kekerasan terhadap dua jurnalis di Ambon yang diduga dilakukan oleh calon gubernur Maluku Said Assagaff dan tim pemenangannya, Kamis (29/3/2018). Dua jurnalis yang mengalami kekerasan adalah Abdul Karim Angkotasan dan Sam Usman Hatuina (Rakyat Maluku).

AJI Bandarlampung, kata Padli, mengecam tindakan kekerasan terhadap jurnalis yang dilakukan oleh calon kepala daerah dan tim suksesnya.

Dia menegaskan, dalam bekerja, jurnalis dilindungi Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, sehingga setiap orang yang dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi kerja jurnalis dapat dijerat hukuman pidana.

“Kami mengecam aksi kekerasan jurnalis di Ambon, dan mendorong aparat kepolisian menindak tegas dan menghukum pelaku dengan memakai UU Pers,” ujar Padli pula.

Koordinator Bidang Advokasi AJI Bandarlampung Rudiyansyah berharap kejadian kekerasan terhadap jurnalis di Ambon tidak terjadi pada jurnalis di Lampung. Karena itu, ia menegaskan agar semua calon kepala daerah di Lampung untuk tidak alergi dengan media massa dan jurnalis yang menjalankan tugas-tugasnya sesuai UU Pers.

Menurut Rudiyansyah, semua calon kepala daerah beserta tim suksesnya harus memahami UU Pers dengan baik, sehingga tidak mengulangi kasus kekerasan terhadap wartawan. AJI juga mendesak agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum dapat mengingatkan dan menegur calon kepala daerah dan tim kampanye calon yang tidak terbuka dengan media massa dan melakukan pelanggaran terhadap UU Pers.

Berdasarkan informasi dari AJI Ambon, kronologis kekerasan terhadap dua jurnalis Abdul Karim dan Sam Usman Hatuina bermula saat Sam mengambil foto calon petahana gubernur Maluku Said Assegaf yang melakukan pertemuan dengan sejumlah aparatur sipil negara Pemprov Maluku dan petinggi partai politik di salah satu kafe di Kota Ambon.

Mengetahui pertemuan itu difoto wartawan, beberapa tim sukses Said Assegaf memaksa Sam menghapus fotonya. Said juga ikut mendesak Sam menghapus foto itu.

Tak cukup sampai di situ, ada beberapa orang lain menghampiri Sam dan merampas ponselnya serta mengintimidasi. Abdul Karim yang keberatan dengan aksi tim sukses calon mendapatkan kekerasan. Ia ditampar seorang anggota tim sukses.

Atas kejadian tersebut korban telah melapor di Polda Maluku dengan dua materi laporan yakni penganiayaan dan upaya menghalang-halangi kerja jurnalis sebagaimana ketentuan pidana pasal 18 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (bbm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUKUM

Polda Sumsel Sita Uang Rp1,7 Miliar dari Napi Bandar Narkoba

Published

on

Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli didampingi Kabid Humas Kombes Supriadi menanyai tersangka pengedar sabu jaringan Medan, ketika memberikan keterangan pers di Mapolda, Palembang.

Sumselraya.com, Palembang – Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan menyita uang tunai sebesar Rp1,7 miliar dari tersangka bandar narkoba Dn, seorang narapidana warga Aceh yang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Narkoba Merah Mata Palembang sejak 2016.

Penyitaan uang tunai dalam jumlah cukup besar itu merupakan hasil pengembangan informasi dari tersangka Suh, pegawai Lapas Merah Mata yang ditangkap beberapa waktu lalu dengan barang bukti 580 gram sabu-sabu, 300 butir pil ekstasi dan uang tunai Rp120 juta, kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli ketika memberikan keterangan pers pengungkapan kasus narkoba dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di Palembang, Rabu (24/7/2019).

Selain uang tunai Rp1,6 miliar, petugas juga menyita lima truk fuso, tiga unit mobil minibus, satu bangunan dan tambak udang, satu bidang tanah dan bangunan kantor perusahaan kontraktor di Lhokseumawe Aceh, Medan dan sebidang tanah di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Untuk mengusut tuntas kasus pengendalian bisnis narkoba dari balik jeruji penjara dan kasus TPPU, pihaknya berupaya melakukan pengejaran tiga tersangka lainnya yang diduga menjadi kaki tangan Dn jaringan narkoba Aceh-Medan itu melayani pemesanan pelanggan dan menjalankan usaha lainnya dengan modal yang diduga dari hasil penjualan sabu-sabu.

Kasus tersebut akan diusut tuntas, siapapun yang terbukti terlibat dalam bisnis barang terlarang itu diproses sesuai dengan ketentuan hukum, kata kapolda.

Sementara, Direktur Ditresnarkoba Polda Sumsel Kombes Farman menambahkan, tersangka Dn awalnya dari Aceh datang ke Palembang menjadi sopir truk.

Dalam aktivitas sebagai sopir, tersangka mendapat tawaran menjadi kurir narkoba dan akhirnya ditangkap polisi pada 2016 dengan vonis hakim Pengadilan Negeri Palembang hukuman 10 tahun penjara.

Ketika menjalani pembinaan dan hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Narkoba Merah Mata Palembang, tersangka Dn bukannya menjadi lebih baik menyadari kesalahannya melainkan sebaliknya menjadi bandar narkoba mengendalikan bisnis haramnya dari balik jeruji penjara karena memiliki jaringan pemasok. (yud)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HUKUM

Polda Sumsel Tetapkan Pimpinan Abutours Masuk DPO

Published

on

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara.

Sumselraya.com, Palembang – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan yang menangani kasus penipuan dan penggelapan dana masyarakat untuk ibadah umrah melalui Abutours menetapkan pimpinan biro perjalanan masuk dalam daftar pencarian orang.

“Chief Executive Officer (CEO) Abutours and Travel Hamzah Mamba serta Kepala Cabang Palembang Ridwan Rasyid tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik,” kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara di Palembang, Kamis (22/3/2018).

Untuk mengusut tuntas kasus tersebut keduanya akan dipanggil secara paksa dan dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) guna memudahkan pencarian.

Menurut dia, berdasarkan informasi masyarakat dan keterangan dari sejumlah karyawan Abutours kepada penyidik, pengusutan kasus tersebut, kemungkinan tidak hanya masalah penipuan dan penggelapan, tetapi bisa dikembangkan ke arah pencucian uang.

Mabes Polri sekarang ini tengah melakukan pengembangan pengusutan kasus travel umrah Abutours berkantor pusat di Makassar yang korbannya secara nasional itu.

Dia menjelaskan, masyarakat Sumatera Selatan yang menjadi korban biro perjalanan ibadah umrah itu mengadukan kasus penipuan dan penggelapan ke posko pengaduan yang dibuka Polda setempat sejak pertengahan Februari 2018.

Berdasarkan data, di posko Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, tercatat 8.522 orang menjadi korban penipuan dan penggelapan Abutours dengan total kerugian mencapai Rp109 miliar.

Mengenai uang masyarakat batal berangkat umrah yang dikuasai pihak travel, saat ini dilakukan penyelidikan kemana saja dana itu mengalir berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Untuk mempercepat pengusutan kasus tersebut, diimbau kepada pimpinan Abutours yang dipangggil penyidik untuk segera memenuhi panggilan tersebut dan mempertanggungjawabkan segala perbuatannya sesuai dengan ketentuan hukum, kata Kapolda, seperti dikutip Antara. (yad)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending