Connect with us

OGAN KOMERING ULU

Jembatan Kurup Oku Sumsel Mulai Dibangun

Published

on

Infrastruktur Jembatan Desa Kurup Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan kini mulai dibangun oleh pemerintah.

Sumselraya.com, Baturaja – Infrastruktur Jembatan Desa Kurup Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan kini mulai dibangun oleh pemerintah pusat melalui Balai Besar Jalan Nasional Sumatera.

“Dengan dimulainya pembangunan jembatan di Desa Kurup, Kecamatan Lubuk Batang ini terpaksa jalan ditutup untuk lalulintas kendaraan roda empat,” kata Kepala Dinas Perhubugan Ogan Komering Ulu (OKU), Aminelson di Baturaja, Senin (9/4/2018).

Dia mengatakan, selama jembatan Desa Kurup ini dibangun, maka arus lalulintas kendaraan roda empat dari Baturaja-Prabumilih atau sebaliknya dialihkan ke jalan cor beton Batukuning.

“Sementara untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki disiapkan jembatan darurat,” kata dia.

Dia mengimbau pengguna jalan mematuhi larangan melintas ini hingga tidak terjebak karena jembatan sudah dibongkar.

“Pihak kontraktor sudah memasang plang pemberitahuan jika jalan ini sudah ditutup untuk kendaraan roda empat karena ada pembangunan di sana,” jelasnya.

Sementara itu kondisi Jalan cor Beton Batukuning yang selama ini rusak parah, kini mulai diperbaiki oleh pihak PT Semen Baturaja (Persero) wilayah setempat.

Untuk melewati Jalan cor Beton Batukuning, lanjut dia, sama sekali tidak menemui kesulitan, sebab lobang-lobang besar yang selama ini membuat pengendara terganggu melintas di jalan provinsi tersebut sudah ditimbun dengan batu krokos.

“Satu unit alat berat milik perusahaan tersebut sejak pagi hari sudah menimbun lobang dan meratakannya, sehingga pengendara sudah bisa nyaman melintasi Jalan cor Beton Batukuning,” ujar dia. (epm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

OGAN KOMERING ULU

Kementerian Perindustrian Dorong Pertumbuhan IKM di OKU Sumsel

Published

on

Persyaratan utama bagi IKM untuk mengikuti program ini yaitu harus memiliki legalitas usaha berupa Izin Usaha Industri (IUI) atau Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK).

Sumselraya.com, Baturaja – Kementerian Perindustrian mendorong pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Raya, Sumatera Selatan agar berkembang pesat menembus pasar yang luas guna meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Karena para pelaku IKM ini memiliki peluang yang sangat besar menembus pasar luas bahkan kalau bisa hingga internasional,” kata Kasubdit Program Pengembangan IKM Kimia, Sandang Kerajinan dan Industri Aneka Kementerian Perindustrian, Riefky Yuswandi saat mengisi acara Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru IKM di Baturaja ibu kota Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Senin (25/3/2019).

Dalam kegiatan yang diikuti oleh 25 orang peserta pelaku IKM dari tiga kabupaten meliputi OKU, OKU Induk dan OKU Selatan tersebut pihaknya juga memberikan bantuan mesin atau peralatan IKM guna mengembangkan usahanya.

Mesin atau peralatan yang diberikan tersebut meliputi alat produksi IKM mebel, pengolahan daging, konveksi perbengkelan roda dua dan las.

“Bantuan yang kami berikan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pelaku IKM dalam mengembangkan usahanya agar lebih maju,” katanya.

Bagi IKM yang usahanya sudah maju dan memiliki keinginan meningkatkan kemampuan teknologi produksi dapat mengajukan usulan untuk mengikuti program restrukturisasi mesin atau peralatan IKM.

Dia menjelaskan, program ini bertujuan guna mendorong pelaku IKM untuk meningkatkan teknologi permesinan melalui pemberian potongan harga sebesar 25-30 persen dalam pembelian mesin produk baru.

“Persyaratan utama bagi IKM untuk mengikuti program ini yaitu harus memiliki legalitas usaha berupa Izin Usaha Industri (IUI) atau Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK),” jelasnya.

Selain itu, dia menambahkan bahwa Ditjen IKMA saat ini juga berupaya memperluas akses pasar melalui program e-smart IKM agar pelaku usaha dapat memasarkan produknya melalui pemasaran digital.

“Saat ini kami juga telah bekerja sama dengan beberapa marketplace seperti Bukalapak, Shopee, Blibli, Belanja.com dan Tokopedia sehingga IKM nantinya tidak hanya memasarkan produknya di pasar konvensional saja, namun juga melalui pemasaran digital,” ujar dia.

Sementara Sekretaris Dinas Perindustrian OKU, Jaya Mahendra menambahkan pihaknya sangat mengapresiasi program yang dicanangkan oleh pemerintah pusat tersebut untuk mendorong IKM di tiga kabupaten itu berkembang pesat guna meningkatkan perekononian masyarakat.

“Kami juga berterima kasih atas bantuan yang diberikan untuk IKM ini dan diharapkan kepada penerima bantuan agar bantuan yang diterima dapat digunakan bersama dengan kelompoknya guna memajukan usaha,” harapnya. (edo)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

OGAN KOMERING ULU

KPU : Caleg Boleh Kampanye di Sosial Media

Published

on

Ketua KPU Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Naning Wijaya.

Sumselraya.com, Baturaja – Ketua KPU Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Naning Wijaya menuturkan bahwa calon legislatif peserta Pemilu 2019 di wilayah itu boleh berkampanye di sosial media guna mendapat dukungan suara dari masyarakat saat pemilihan nanti.

“Setiap calon legislatif (Caleg) boleh mengkampanyekan visi dan misinya untuk maju pada pemilihan legislatif (Pileg) 2019 di sosial media (sosmed) seperti melalui akun facebook,” kata Naning Wijaya di Baturaja, ibu kota Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Rabu (10/10/2018).

Dia mengemukakan, berdasarkan PKPU Nomor 23 tahun 2018 tentang kampanye pemilihan umum 2019 menyatakan jika seorang caleg boleh berkampanye melalui sosial media sejak 23 September lalu hingga menjelang pemilihan.

Namun, kata dia, akun milik caleg harus terdaftar di KPU OKU sehingga dapat digunakan untuk berkampanye guna mencari dukungan masyarakat khsusnya dari sahabat dunia maya tersebut.

“Setiap caleg atau partai harus mendaftarkan akun sosmed mereka baik itu facebook, instagram atau akun dalam bentuk apapun di media sosial untuk tempat berkampanye,” ucapnya.

Naning menegaskan, setiap akun yang tidak terdaftar di KPU memposting atau dipakai untuk kampanye seorang caleg adalah sebagai bentuk pelanggaran.

“Jika suaminya sebagai caleg, istrinya atau keluarganya ikut mengkampanyekan di sosmed yang tidak terdaftar di KPU masuk dalam pelanggaran,” tegasnya.

Ketua Bawaslu OKU, Dewantara Jaya secara terpisah menambahkan terkait kampanye di sosial media memang dibenarkan karena hal tersebut sudah tertuang di dalam PKPU.

“Memang jika kampanye melalui sosmed akun caleg tersebut harus terdaftar. Silahkan tanya KPU karena hal itu merupakan ranah mereka. Jika ada pelanggaran segera lapor ke Bawaslu bentuk pelanggarannya seperti apa akan kami prosea,” ujar dia. (edo)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

OGAN KOMERING ULU

Bantuan Mesin Pakan untuk Kelompok Budidaya Ikan

Published

on

Mesin pembuat makan ikan untuk Kelompok Budidaya Ikan di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Sumselraya.com, Baturaja – Kelompok budidaya ikan di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan mendapat bantuan dari pemerintah pusat berupa mesin pembuat pakan ikan agar mereka dapat membuat sendiri makanan untuk ikan lele peliharaannya.

” Bantuan ini sekaligus untuk menekan biaya yang dikeluarkan oleh peternak lele dalam membeli pakan ikan,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Ogan Komering Ulu (OKU), Tri Aprianingsih di Baturaja, Rabu (11/4/2018).

Dia mengatakan, tingginya biaya pakan ikan yang dijual di pasaran menyebabkan kelompok budidaya ikan di wilayah tersebut kesulitan untuk memenuhi kebutuhan makanan hewan peliharaannya.

“Sering kesulitan karena harga pakan ikan yang bagus cukup mahal,” katanya.

Untuk itu kata dia, pihaknya mengusulkan ke pemerintah pusat agar memberikan bantuan mesin pembuat pakan ikan kepada kelompok pembudidaya hewan air tersebut.

“Alhamdulilah tahun ini usulan yang kami ajukan itu direalisasikan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan RI dengan memberikan bantuan mesin pembuat pakan ikan kepada tiga kelompok budidaya ikan di OKU,” jelasnya.

Dia mengemukakan, tiga kelompok budidaya ikan tersebut adalah kelompok Maju Bersama di Kelurahan Sepancar, Mina Bahagia Desa Kesambirata dan kelompok di Desa Banuayu.

Dalam satu jam mesin pembuat pakan ikan ini mampu menghasilkan 100 kilogram pakan berkualitas dengan protein tinggi dan sangat baik untuk perkembangan ikan.

Sementara dalam membudidayakan ikan di OKU sendiri, lanjut dia, dilakukan dengan sistem bioflok, sehingga hasil yang diperoleh lebih maksimal karena mampu menekan angka kematian hewan peliharaan tersebut.

“Dengan sistem bioflok ikan yang mati paling 10 persen dan angka ini sangat bagus. Apalagi metode seperti ini baru pertama kali dilakukan di OKU,” ujar dia. (epm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending