Connect with us

PALEMBANG

Kunjungi Palembang, Sandiaga Uno Kembali Layat Pahlawan Demokrasi

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat mengunjungi rumah duka sejumlah pahlawan demokrasi yang gugur pasca Pemilu 2019.

Sumselraya.com, Palembang – Tidak hanya bersilaturahmi dengan para tokoh politik dan relawan pendukung, Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahudin Uno juga menyempatkan diri untuk mengunjungi rumah duka sejumlah pahlawan demokrasi yang gugur pasca Pemilu 2019.

Salah satunya adalah H Slamet Riyadi (67) salah satu Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia usai hari pencoblosan, tepatnya tanggal 17 April 2019 lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Sandi yang berkunjung ke rumah duka disambut oleh istri almarhum, Siti Aisah serta kedua putri almarhum, Wiwit dan Sisca. Sang istri pun menceritakan hari-hari terakhir H Slamet Riyadi tetap bertugas sebagai Ketua KPPS TPS 31, Kelurahan 20 ilir D 1, Kecamatan Kemuning, Palembang, Sumatera Selatan.

Awalnya, pria yang menjabat sebagai Ketua RT selama 30 tahun itu diungkapkan sang istri tidak mengeluhkan sakit. Namun, lantaran proses perhitungan serta rekapitulasi suara yang panjang, kondisi kesehatan almarhum menurun.

Kakek yang memiliki sebanyak lima orang anak dan tujuh cucu itu pun dilarikanke rumah sakit. Namun, perjuangan H Slamet Riyadi berakhir pada tanggal 23 April 2019 atau lima hari setelah dirawat intensif di ruang Intensif Care Unit (ICU).

“Innalillahi Wainnailaihi Rojiun, kami ingin menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya bapak H Slamet Riyadi yang telah mendarmabaktikan hidupnya untuk tegaknya pilar demokrasi,” ungkap Sandi usai melayat kepada wartawan pada Jumat (17/5/2019).

H Slamet Riyadi diungkapkannya merupakan salah satu di antara ratusan orang pejuang demokrasi yang gugur pada Pemilu 2019. Dirinya pun berharap agar semangat para pahlawan demokrasi terus berkobar dan hidup di hati seluruh pihak yang tengah menyelesaikan rekapitulasi suara saat ini.

“Kematian para pahlawan demokrasi tidak boleh sia-sia, mereka harus dimuliakan lewat kejujuran dan keadilan Pemilu. Semangat mereka harus terus dilanjutkan kepada semua yang masih berjuang mengawal suara rakyat hingga hari penentuan,” ungkap Sandi.

“Terpenting dari semuanya adalah kita berdoa kepada Tuhan untuk menerima pahala dan mengampuni segala dosa almarhum dan semua pahlawan demokrasi. Kita doakan semoga semuanya Khusnul Khotimah,” tutupnya. (ver)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

PALEMBANG

12 Mahasiswa Sumsel dari China Tidak Dikarantina, Dibiarkan Pulang ke Rumah Masing-Masing

Published

on

Para mahasiswa yang pulang dan tidak diisolasi itu lantaran tidak datang dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, tempat awal wabah virus itu mewabah.

Sumselraya.com, Palembang — Hingga kini, ada 12 mahasiswa asal Sumatera Selatan yang sudah pulang ke daerah masing-masing. Mereka habis menempuh pendidikan di Cina, dan tidak dilakukan karantina setibanya di Indonesia.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Selatan, Lesty Nurainy, karantina tidak dilakukan, alasannya karena mereka tidak tinggal di Kota Wuhan yang menjadi pangkal penyebaran virus yang mematikan itu.

Kata Lesty, para mahasiswa itu datang ke wilayahnya secara terpisah. Ada yang lewat kedatangan internasional dan juga domestik. Untuk itu pihaknya masih menunggu data dari imigrasi kota setempat untuk menindaklanjuti pemeriksaan.

“Ada sembilan orang yang terdata di kedatangan domestik. Tiga orang lainnya dari pintu kedatangan internasional,” ujar dia di Palembang, Senin (3/2/2020).

Dinas kesehatan provinsi setempat pun merinci asal sembilan mahasiswa yang terdata itu. Dia mengatakan, dua dari Kabupaten Muara Enim, dua dari Kota Prabumulih, dan dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tercatat satu orang, serta Kota Palembang ada empat.

Dikatakan dia, para mahasiswa yang pulang dan tidak diisolasi itu lantaran tidak datang dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, tempat awal wabah virus itu mewabah. Kendati demikian, kata dia, pemeriksaan terhadap semua mahasiswa tetap dilakukan hingga masa inkubasi berakhir.

“Setelah menjalani prosedur, para mahasiswa itu tidak ditemukan adanya tanda-tanda kesehatan mereka yang terganggu. Tapi, mereka tetap dipantau selama 14 hari. Sampai sekarang aman,” tutur dia. (rap)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PALEMBANG

Gubernur Minta Komisi Perlindungan Anak Lakukan Pencegahan Kekerasan

Published

on

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru.

Sumselraya.com, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru minta pada komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah untuk melakukan pencegahan supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Komisioner KPAD hendaknya tidak hanya menunggu laporan soal kekerasan anak dari masyarakat saja namun perlu melakukan upaya pencegahan secara dini, kata gubernur usai melantik komisioner KPAD di Palembang, Senin (20/1/2020).

Gubernur mencontohkan, misalnya jangan membiarkan anak menonton youtube dengan konten yang tidak pas dengan usianya.

“Sekarang ini anak-anak itu gemar sekali nonton youtube. Sampai abai dengan lingkungan sekitar. Kalau ini kita biarkan tentu salah juga. Karena anak bisa jadi anti sosial. Makanya sosialisasinya juga jangan hanya formal tapi informal perlu juga termasuk dengan melibatkan Posyandu,” jelasnya.

Menurut dia, berbicara tentang hak dan kebutuhan anak tidak semua orang terpanggil. Karena itu dirinya menaruh harapan besar pada lima pengurus yang baru dilantik. Sebagai kepala daerah pihaknya ingin agar hak anak di Sumsel terlindungi termasuk yang terkena bencana alam.

“Pencegahan preventif itu paling penting menurut Saya. Karena jika sudah terjadi luka khususnya psikologis anak akan sulit sembuh dan dirasakannya seumur hidup,” kata gubernur.

Ketua KPAI Dr Sutanto memberikan apresiasinya kepada Gubernur Sumsel atas komitmen besarnya membangun sistem perlindungan bagi anak-anak di daerah itu.

Dengan kehadiran KPAD ini dia berharap dapat menunjang beberapa hal seperti perlindungan anak di Sumsel semakin baik, dengan mengutamakan pencegahan dan penanganan.

Hal itu harus menjadi prioritas karena setiap anak Indonesia punya hak untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

Makanya pencegahan harus dilakukan dengan berbagai cara baik di ranah keluarga maupun di satuan pendidikan. Sebab di dua ranah ini kasus kekerasan kerap terjadi, ujar Sutanto.

Dengan adanya KPAD Ia juga berharap kasus yang terjadi semakin bisa ditekan di Sumsel. Dengan meningkatkan budaya perlindungan pada anak di segala elemen masyarakat.

Pengurus yang dilantik masing-masing Ketua KPAD Eko wirawan Z.SH , Wakil Ketua Erlinda MPd, Yudi Prio Pramono MSi,.M. Husain, dan Lela Damayanti. (uid)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PALEMBANG

Wagub Minta agar Pramuka Semakin Diminati Kalangan Pelajar

Published

on

Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Mawardi Yahya.

Sumselraya.com, Palembang – Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya minta agar Pramuka semakin diminati kalangan pelajar supaya generasi penerus lebih positif dalam membangun bangsa.

Pengurus Kwartir Daerah Gerakan Pramuka harus lebih aktif mensosialisasikan kepanduan itu ke sekolah – sekolah sehingga pelajar semakin banyak bergabung, kata Wakil Gubernur di Palembang, Senin (20/1/2020).

Pramuka merupakan kegiatan antara lain untuk membentuk generasi penerus lebih disiplin dalam kehidupan, kata dia.

Jadi diminta agar para pengurus lebih gencar lagi menggelorakan organisasi ini agar lebih diminati kalangan pelajar.

Selain itu, Wagub juga minta agar pengurus dapat memenuhi kebutuhan tenaga pelatih dan pembina di sekolah-sekolah.

“Kami sebagai Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka juga fasilitator tentu akan mendukung berupa bantuan yang bersifat moril, organisatoris, material dan finansial,” kata Wagub.

Guna mendukung terlaksananya tugas dan tujuan Gerakan Pramuka, Gubernur sebagai Ketua Mabida kata Wagub akan mendukung sepenuhnya program yang akan dilaksanakan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumsel baik regional, nasional maupun internasional.

Sehubungan itu pihaknya berharap agar Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumsel bersama Ketua dan andalan dapat mengatur dan merencanakan berbagai kegiatan Kepramukaan di Sumsel, ujar dia.

Apalagi Sumsel dipercaya menjadi tuan rumah Perkemahan Bakti Saka Bhayangkara Nasional pada tahun mendatang sehingga pengurus harus mulai mempersiapkan diri.

Wagub juga minta seluruh pengurus mulai melakukan persiapan dalam menyambut Sumsel sebagai tuan rumah Perkemahan Bakti Saka Bhayangkara (Pertikara) tingkat nasional yang diperkirakan melibatkan ribuan peserta.

“Saya minta semua itu lengkap. Malu kita kalau tidak siap termasuk lokasi bumi perkemahan empat pelaksanaan nanti” jelas Wagub.

Sementara itu Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumsel H.Mukti Sulaiman mengatakan, kedepan Pramuka yang menjadi ekskul wajib di sekolah harus lebih maju dan berkembang lagi di Sumsel.

Hal ini karena segudang manfaat organisasi ini sangat dibutuhkan untuk mendidik anak cucu dan generasi penerus Sumsel di masa mendatang,” tambah dia. (uid)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending