Connect with us

PALEMBANG

Empat Terdakwa Korupsi Tugu Terancam di Jerat Pasal Berlapis

Published

on

Empat terdakwa korupsi tugu perbatasan Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Ilir saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Kelas I A Palembang, Senin (12/8/2019).

Sumselraya.com, Palembang – Empat terdakwa korupsi tugu perbatasan Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Ilir terancam dijerat pasal berlapis karena telah merugikan negara Rp505 juta dari pagu anggaran senilai Rp1,5 Miliar.

Pantauanpada sidang pertama kasus korupsi tugu tersebut di Pengadilan Negeri Kelas I A Palembang, Senin (12/8/2019) Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pidana Khusus Kejari Palembang membacakan dakwaan keempat terdakwa secara terpisah.

“Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan penyidik unit Pidkor Satreskrim Polresta Palembang diduga proyek pembangunan gerbang batas ini tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB),” ujar JPU Herry saat menguraikan dakwaan.

Adapun keempat terdakwa yakni Khairul Rizal selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta ketiga terdakwa lain dari pihak ketiga proyek masing-masing Ichsan Pahlevi, Asmol Hakim, dan Ahmad Thoha.

Kasus korupsi bermula pada 2013 saat Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Perumahan Kota Palembang melaksanakan kegiatan pekerjaan pembangunan gerbang batas Kota Palembang – Kabupaten Ogan Ilir di Jalan Gubenur H. A. Bastari Kecamatan Jakabaring Kota Palembang.

Dana pengerjaan tugu tersebut bersumber dari APBD melalui pos anggaran Dinas PU Cipta Karya dan Perumahan Kota Palembang tahun 2013 dengan Pagu Anggaran sebesar Rp1,5 miliar.

Sementara perencanaan kegiatan pekerjaan pembangunan gerbang batas Kota Palembang – Kabupaten Ogan Ilir Tahun Anggaran 2013 telah dilaksanakan oleh CV. Cita dan Citra melalui Yon Rosandi (Almarhum) dengan nilai kontrak sebesar Rp89.000.000.

Hasil pelaksanaan kontrak perencanaan tersebut berupa gambar rencana pekerjaan, Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk 4 lokasi pembangunan gerbang batas Kota Palembang, lalu Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS), laporan awal, laporan akhir, dan RAB khususnya RAB gerbang batas Kota Palembang – Ogan Ilir senilai Rp1.496.779.000, namun hasil pembuatan tugu tersebut tidak sesuai dengan RAB.

“Akibat ketidaksesuaian dengan RAB, pembangunan tugu perbatasan Palembang – Ogan Ilir berpotensi merugikan keuangan negara yang setelah dihitung tim BPKP Perwakilan Sumsel mencapai hingga Rp505 juta,” jelas JPU Herry.

Terdakwa Khairul sendiri ditunjuk selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk proyek tersebut berdasarkan surat keputusan Pengguna Anggaran (PA) Nomor. 800/006/DPU-CKP/II/2013 tanggal 2 Februari 2013 Tentang Penunjukan PPK di lingkungan Dinas PU Cipta Karya dan Perumahan Kota Palembang Tahun Anggaran 2013.

Meski demikian, kerugian negara yang dimaksudkan JPU telah dikembalikan oleh terdakwa kepada penyidik pidana khusus Kejari Palembang beberapa waktu lalu, pengembalian tersebut dapat menjadi pertimbangan JPU dalam tuntutan.

“Bisa untuk pertimbangan tuntutan, namun tidak bisa menghilangkan pidananya,” kata Kasi Pidsus Kejari Palembang, Andi Utama usai sidang.

Sidang selanjutnya akan dihadirkan 22 saksi terkait kasus tersebut dan sementara itu keempat terdakwa ditahan di Lapas Pakjo Palembang.

Keempat tersangka dapat dijerat dengan pasal berlapis dalam dakwaan primer melanggar pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang tipikor jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selain itu dalam dakwaan subsider melanggar pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.(jtr)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PALEMBANG

Bupati Harapkan Pemuda Ogan Komering Ulu Jadi Pahlawan Masa Kini

Published

on

Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Kuryana Azis.

Sumselraya.com, Baturaja – Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Kuryana Azis mengharapkan agar generasi penerus bangsa khususnya kaum pemuda di wilayah itu dapat menjadi pahlawan masa kini.

“Sebagai generasi penerus bangsa, pemuda harus menjadi pahlawan masa kini dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indoensia (NKRI),” kata Bupati Kuryana Azis saat memimpin upacara Peringatan Hari Pahlawan ke-74 tahun 2019 di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten OKU di Baturaja, Minggu (10/11/2019).

Dia mengemukakan, upacara peringatan Hari Pahlawan ini dilaksanakan pihaknya guna mengenang jasa pahlawan yang gugur dalam peperangan dalam upaya merebut kemerdekaan Republik Indoensia.

“Seperti peristiwa heroik di Surabaya tahun 1945 banyak korban berjatuhan, maka dari itu sudah selayaknya kita memperingati Hari Pahlawan,” katanya.

Jasa para pejuang ini dapat menjadi contoh bagi kaum pemuda di seluruh Indonesia termasuk di Kabupaten OKU untuk menjadi pahlawan masa kini dengan menoreh prestasi di berbagai kehidupan.

“Mari kita maknai hari pahlawan ini dengan wujud nyata, bekerja dan bekerja membangun negeri menuju Indonesia maju,” harapnya.

Dia juga berharap, peringatan Hari Pahlawan ini bukan hanya bersifat seremonial semata saja, tetapi dapat diisi dengan berbagai aktifitas oleh seluruh masyarakat yang dapat menyuburkan rasa nasionalisme dan meningkatkan rasa kepedulian untuk menolong sesama yang membutuhkan.

“Dengan menjadikan diri kita sebagai pahlawan masa kini, maka permasalahan yang melanda bangsa dapat diatasi,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Kuryana Azis juga memberikan piagam penghargaan kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di wilayah itu yang meninggal dunia pada pelaksanaan Pilpres dan Pileg beberapa waktu lalu.

“Penghargaan ini diberikan kepada petugas KPPS yang meninggal dunia atas nama Fahrul Andi, Ramza Nopendi dan Haryadi,” ujarnya. (ran)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PALEMBANG

Dinas Kelautan dan Perikanan Sumsel Tebar Benih Langka

Published

on

Perairan umum di Sumsel itu cukup luas, potensi daerah tersebut akan dimanfaatkan secara optimal untuk menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Sumselraya.com, Palembang – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Selatan terus berupaya melakukan penebaran benih ikan terutama yang jenisnya tergolong langka sebagai upaya pencegahan dari kepunahan.

“Dengan kegiatan penebaran benih ikan langka itu diharapkan beberapa jenis ikan di provinsi ini yang terancam punah bisa terus ada dan berkembang secara alami,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumsel Widada Krisna di Palembang, Rabu (6/11/2019).

Selain sebagai upaya pelestarian sejumlah jenis ikan yang mulai jarang atau sulit ditemukan seperti ikan belida dan jelawat, kegiatan penebaran benih (restocking) dilakukan juga untuk merehabilitasi lingkungan perairan umum.

Beberapa waktu lalu, pihaknya melakukan penebaran benih ikan di danau, tempat pertandingan olahraga air, di kompleks olahraga “Jakabaring Sport City” Palembang serta beberapa tempat di daerah Sumatera Selatan lainnya.

Untuk melakukan penebaran benih itu, pihaknya melakukan pendataan tentang daerah mana saja yang tepat menjadi tempat sasaran kegiatan tersebut.

Selain itu, melakukan pemilihan ikan apa saja yang cocok untuk ditebarkan di suatu daerah sehingga bisa tumbuh dan berkembang biak dengan baik.

Pihaknya berupaya memanfaatkan perairan umum secara optimal yang memiliki keanekaragaman sumber daya ikan yang cukup banyak.

Perairan umum di Sumsel itu cukup luas, potensi daerah tersebut akan dimanfaatkan secara optimal untuk menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat, meningkatkan pendapatan asli daerah, serta melestarikan sumber daya ikan langka.

Potensi tersebut, kata dia, terutama perairan umum daratan yang perlu didorong pemanfaatannya secara optimal karena dapat menimbulkan beberapa dampak negatif bagi daerah yang memiliki potensi itu.

Ia menyebut perairan umum daratan yang terabaikan akan berdampak terhadap penurunan potensi luasnya, keanekaragaman jenis ikan, produksi ikan, kesempatan dan peluang kerja, pendapatan asli daerah, serta fungsi estetika. (mhs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PALEMBANG

Gubernur Sumsel Minta Forikan Galakkan Kampanye Makan Ikan

Published

on

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru.

Sumselraya.com, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru meminta pengurus Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan) provinsi menggalakkan kampanye makan ikan meski tingkat konsumsi ikan warga sudah cukup tinggi, sekitar 40 kilogram per kapita per tahun.

“Program gemar makan ikan perlu lebih digalakkan lagi untuk menjaga tingkat konsumsi ikan di daerah ini tetap tinggi,” katanya di Palembang, Selasa (5/11/2019).

“Capaian tingkat konsumsi ikan yang sudah baik sekarang ini diharapkan menjadi pendorong pengurus Forikan Sumsel untuk lebih semangat menjalankan program gemar makan,” ia menambahkan.

Ia menyebut pentingnya meningkatkan sosialisasi mengenai kandungan nutrisi ikan dan manfaat makan ikan yang kaya protein dan mineral bagi kesehatan.

“Asam lemak omega tiga dalam minyak ikan baik untuk mengurangi depresi dan kecemasan, berdasarkan hasil penelitian para ahli dijelaskan bahwa masyarakat yang mengkonsumsi banyak ikan memiliki tingkat depresi yang lebih rendah,” kata Herman.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo pada acara Peringatan ke-19 Hari Nusantara di Palembang pada Senin (4/11) menyatakan dukungannya terhadap upaya Pemerintah Provinsi untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat.

Peningkatan konsumsi ikan diharapkan bisa mendukung upaya untuk mengatasi masalah gizi anak, termasuk menekan kasus stunting, kekurangan gizi kronis yang menimbulkan kekerdilan pada anak.

Edhy juga mengemukakan pentingnya mengimbangi upaya peningkatan konsumsi ikan masyarakat dengan peningkatan produksi dan tangkapan ikan.

“Peningkatan konsumsi jika tidak diimbangi dengan peningkatan produksi dapat menimbulkan masalah karena harganya akan mengalami kenaikan yang tinggi,” kata Edhy Prabowo. (ran)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending