Connect with us

PALEMBANG

Satgas Karhutla Akan Tindak Tegas Pelaku Pembakaran

Published

on

Pencegahan hal utama yang dilakukan oleh Satgas Karhutla, setelah itu melakukan tindakan tegas terhadap pelaku yang sengaja melakukan pembakaran, bila perlu tembak di tempat.

Sumselraya.com, Palembang – Satuan tugas antisipasi kebakaran hutan dan lahan Sumatera Selatan akan menindak tegas pelaku pembakaran hutan, kata Dansatgas pencegahan kebakaran hutan dan lahan Kolonel Arh Sonny Septiono dalam keterangan tertulisnya di Palembang, Senin (12/8/2019).

Bila terbukti ada yang membakar hutan dan lahan pihaknya akan menindak tegas, ujar dia.

Menurut Danrem 044/Garuda Dempo itu, memang pihaknya telah melakukan pemadaman seperti kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Ogan Ilir di Desa Palu Kecamatan Pemulutan dan KM 16 jalan utama Palembang-Inderalaya.

“Kita sudah melakukan pencegahan dengan sosialisasi dan patroli serta komunikasi dengan masyarakat di desa-desa yang rawan terhadap Karhutla,” katanya.

Kesemuanya itu untuk menekan agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan, ujar dia.

Pencegahan hal utama yang dilakukan oleh Satgas Karhutla, setelah itu melakukan tindakan tegas terhadap pelaku yang sengaja melakukan pembakaran, bila perlu tembak di tempat.

Yang jelas pihaknya terus berusaha melakukan pencegahan karena bila terjadinya kebakaran hutan dan lahan maka akan merugikan masyarakat, ujar Danrem yang didampingi Dandim 0402/Ogan Komering Ilir Letkol Inf Riyandi.

“Selain itu Satgas tidak mengenal waktu libur anggotanya juga disiagakan untuk terus melakukan patroli hingga malam hari, ini karena api dimulai pada malam hari dan siangnya sudah membesar, ” katanya. (mhs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PALEMBANG

ACT Sumsel Distribusikan 140.000 Liter Air Bersih

Published

on

140.000 lier air yang didistribusikan tersebut berasal dari dana para donatur yang rutin berdonasi ke ACT.

Sumselraya.com, Palembang – Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Selatan kembali mendistribusikan sebanyak 140.000 liter air menggunakan truk tangki ke wilayah kekeringan di wilayah Sumsel.

Sebanyak 15 truk tersebut diberangkatkan dari Kantor ACT Sumsel di Kota Palembang dengan berkonvoi, Kamis (22/8/2019) di mana air akan disalurkan ke warga pra sejahtera di Kota Palembang dan Kabupaten Banyuasin.

“ACT selalu serius berkomitmen ikut mengatasi permasalahan kekeringan di mana pun, termasuk di Sumsel,” kata Branch Manager ACT Sumsel, Ardiansyah.

Menurutnya dari pantauan BMKG hingga awal Agustus 2019, beberapa wilayah di Sumsel sudah mengalami kekeringan meteorologi level ekstrem di mana tercatat ada daerah yang sudah lebih dari 60 hari tidak ada hujan.

Kondisi tersebut, katanya, berdampak pada kekeringan di lahan-lahan pertanian dan berkurangnya pasokan air bersih untuk konsumsi masyarakat, akibat kekeringan juga menimbulkan kebakaran lahan di wilayah Gambut.

Kekeringan itu, kata dia, memang tidak langsung berdampak pada kematian tanaman, namun akibat kekeringan tersebut sendi-sendi kehidupan masyarakat ikut melemah, salah satunya dapat menyebabkan sawah gagal panen dan sumber air mengering.

“Otomatis perekonomian masyarakat pun terganggu, belum lagi krisis air bersih yang membuat kualitas air menjadi tak layak konsumsi, sangat beresiko bagi kesehatan,” katanya.

Ia menjelaskan 140.000 lier air yang didistribusikan tersebut berasal dari dana para donatur yang rutin berdonasi ke ACT. Sebelumnya ACT Sumsel telah mendistribusikan 100.000 liter air bersih ke beberapa wilayah di antaranya Desa Air Itam Palembang, Jalan Tanjung api-api, Jalur Gasing Laut Banyuasin, Keramasan, Desa Mulyasari, Jalur 17 dan Pulokerto.

“ACT Sumsel mengajak semua masyarakat untuk bahu-membahu mengatasi kekeringan dengan aksi-aksi nyata melalui : bit.ly/DermawanSumselAtasiKekeringan, di mana kepedulian terhadap warga pra sejahtera merupakan salah satu tugas bersama saling membantu,” demikian Ardiansyah. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PALEMBANG

SATGAS Kebakaran Hutan Dan Lahan Musi Rawas Tangkap Pembakar Lahan

Published

on

Kini dua pelaku terancam Pasal 108 Jo Pasal 69 ayat (1) huruf h Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang PPLH.

Sumselraya.com, Palembang – Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, menangkap dua tersangka pembakaran lahan setelah tertangkap tangan membakar lahan milik sendiri.

“Benar ada dua pelaku bakar lahan yang kita tangkap. Satu pelaku berstatus PNS dan baru diamankan hari ini,” kata Kasat Reskrim Polres Musi Rawas AKP Wahyu S, Kamis (22/8/2019).

Kedua pelaku, yakni Sirtani (54) dan Arman (29). Sirtani adalah seorang PNS di Musi Rawas Utara yang meminta Arman untuk membakar lahan lima hektare.

“PNS ini pemilik lahan, dia yang minta Arman untuk membakar lahan miliknya. Keduanya sudah ditetapkan tersangka,” kata Wahyu.

Penetapan Sirtani sebagai tersangka, kata Wahyu, bermula dari tertangkapnya Arman pada 20 Agustus lalu. Saat itu Arman tertangkap tangan oleh Satgas Karhutla saat patroli pukul 15.30 WIB.

Selanjutnya, Arman dibawa ke Polres untuk dimintai keterangan. Arman mengaku dibayar oleh Sirtani untuk membakar lahan sebelum jadi lahan pertanian.

“Arman diupah oleh Sirtani membakar lahan seluas lima hektare itu. Upahnya Rp Rp100.000, karena memang Arman juga hanya pekerja serabutan,” kata Wahyu.

Dari keterangan Arman itulah kemudian polisi memanggil Sirtani yang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Kini dua pelaku terancam Pasal 108 Jo Pasal 69 ayat (1) huruf h Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang PPLH.

“Ancaman hukuman paling singkat penjara 3 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp3 miliar dan paling banyak Rp10 miliar,” kata dia. (vin)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PALEMBANG

Imigrasi Palembang Periksa Dokumen 2.600 Jamaah Haji

Published

on

Kegiatan pemeriksaan dokumen keimigrasian tersebut terus dilakukan evaluasi sehingga pelayanan penyambutan kedatangan tamu Allah yang masih 13 kloter lagi bisa lebih baik.

Sumselraya.com, Palembang – Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Palembang telah melakukan pemeriksaan 2.600 lebih dokumen jamaah haji asal Sumatera Selatan dari Arab Saudi yang mendarat ke Tanah Air melalui Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II.

“Sejak kedatangan jamaah haji kelompok terbang (kloter) pertama pada 17 Agustus 2019 hingga kloter keenam hari ini tidak ditemukan masalah dokumen keimigrasian milik masyarakat yang melaksanakan ibadah di Tanah Suci Mekkah dan Madinah, Arab Saudi,” kata Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Palembang, Triman di Palembang, Kamis (22/8/2019).

Pelayanan pemeriksaan dokumen keimigrasian jamaah haji yang pulang dari Arab Saudi beberapa hari ini berjalan dengan baik, karena pihaknya menyiapkan jalur khusus di Bandara Internasional SMB II Palembang.

“Penyediaan jalur khusus ditujukan untuk memudahkan pemeriksaan dokumen keimigrasian jamaah haji yang telah melakukan perjalanan ibadah yang cukup panjang,” ujarnya.

Kegiatan pemeriksaan dokumen keimigrasian tersebut terus dilakukan evaluasi sehingga pelayanan penyambutan kedatangan tamu Allah yang masih 13 kloter lagi bisa lebih baik.

“Kondisi lancar tersebut diharapkan bisa berlangsung hingga kedatangan semua tamu Allah melalui Debarkasi Haji Palembang, yang jumlahnya mencapai 8.545 orang dengan perincian 7.195 dari Sumsel, dan 1.255 orang dari Bangka Belitung dan 95 petugas pendamping jamaah,” ujarnya.

Untuk melakukan pelayanan pemeriksaan dokumen keimigrasian bagi masyarakat yang menunaikan ibadah haji pada 2019 ini, dilakukan persiapan maksimal mulai pemberangkatan calon haji ke Tanah Suci Mekkah dan Madinah, Arab Saudi pada gelombang pertama 7-19 Juli dan gelombang kedua pada 20-25 Juli 2019 hingga kedatangan pada 17 Agustus hingga awal September 2019.

Jamaah haji asal Sumsel dan Bangka Belitung yang berangkat dan pulang melalui Badara Internasional SMB II Palembang mengggunakan pesawat Saudi Arabian Airlines diatur dalam 19 kloter. (kap)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending