Connect with us

NEWS

Tiga Keuntungan Berinvestasi di Nuvasa Bay

Published

on

Sinar Mas Land terus melakukan upaya pengembangan proyek Nuvasa Bay seluas 228 hektar menjadi kota mandiri terbesar dan terlengkap di Batam.

Sumselraya.com, Jakarta – Sebagai developer terbesar di Indonesia, Sinar Mas Land terus melakukan upaya pengembangan proyek Nuvasa Bay seluas 228 hektar menjadi kota mandiri terbesar dan terlengkap di Batam. Dengan perencanaan yang matang, Nuvasa Bay Batam akan memberikan tiga keuntungan bagi para investornya.

Margiman, Division Head Batam & Karawang Sinarmas Land menjelaskan bahwa keuntungan pertama berinvestasi di Nuvasa Bay adalah keuntungan modal atau capital gain dari kenaikan nilai propertinya. Salah satu potensi keuntungan ini dilihat dari strategisnya lokasi Nuvasa Bay di area Nongsa, yang dapat ditempuh hanya dalam waktu 30 menit dari Singapura melalui Terminal Feri Nongsa Pura, 15 menit dari Bandara Internasional Hang Nadim, dan kedepannya hanya 15 menit menuju Nuvasa Bay dari Batam Center melalui jembatan outer ring road.

“Keuntungan kedua yang diperoleh adalah Nuvasa Bay sebagai rumah untuk berlibur (holiday home) bagi keluarga. Nuvasa Bay memiliki garis pantai sepanjang 1,2 km dan menawarkan beragam aktivitas yang memberikan pengalaman berbeda bagi pemilik properti disana. Pemandangan alam yang luar biasa indah menghadap birunya pantai Nongsa, dan hijaunya lapangan golf Palm Springs, serta wahana permainan keluarga Seaforest Adventure, menjadikan Nuvasa Bay sebagai tempat ideal untuk berlibur bersama keluarga,” jelas Margiman.

Menurutnya, hunian The Nove Batam merupakan klaster pertama Nuvasa Bay yang menawarkan beragam fasilitas untuk dapat dinikmati oleh para pemiliknya, seperti kolam renang, gym, sky garden, jogging track, taman, dan banyak fasilitas lainnya.

“Para pemilik unit juga bisa menikmati keindahan pantai dengan pemandangan yang langsung mengarah ke Singapura, berolahraga di Palm Springs Golf, atau menikmati aktivitas seru di Sea Forest Adventure bersama keluarga,” ungkapnya.

Potensi besar lain dari memiliki properti Nuvasa Bay Batam adalah peluang untuk menyewakan properti kepada wisatawan. “Nongsa saat ini merupakan area destinasi pariwisata unggulan di Batam yang menarik wisatawan lokal maupun mancanegara, sehingga resort bernuansa alam menjadi keunggulan yang bisa ditonjolkan di sini. Dinas Pariwisata Kota Batam pun terus memberikan dukungannya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Nongsa. Ke depannya, tak bisa dipungkiri potensi Nongsa akan semakin terlihat,” papar Margiman.

“Terlebih Nuvasa Bay saat ini memiliki salah satu lapangan golf terbaik di Batam, Palm Springs Golf. Dengan pemain yang datang dari berbagai negara, maka kebutuhan akan penginapan akan semakin meningkat, dan ini menjadi kesempatan yang potensial bagi pemilik unit The Nove untuk menyewakan hunian mereka,” lanjutnya.

Selain sebagai destinasi pariwisata, area Nongsa juga akan dikembangkan sebagai kawasan pengembangan ekonomi digital, khususnya start-up, sehingga akan menarik banyak tenaga kerja.

“Satu hal lagi, bahwa potensi sewa properti di Nuvasa Bay sangat tinggi. Selain karena banyaknya pemain asing yang main di lapangan golf Palm Springs yang membutuhkan tempat menginap, saat ini juga Nongsa menjadi pusat pengembangan ekonomi digital di Batam. Para pekerja digital ini tentu membutuhkan hunian yang dapat memenuhi kebutuhan mereka, dan The Nove @ Nuvasa Bay adalah pilihan yang tepat,” tutup Margiman. (tim)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

NEWS

Palm Is Not My ID : Kami akan Tingkatkan Semangat Perjuangan Menentang Industri Kelapa Sawit

Published

on

Sejumlah aktivis dari PinmID saat menggelar aksi protes mengenai industri minyak kelapa sawit yang merusak lingkungan.

Kaltimraya.com, London – Saat ini, Indonesia adalah negara yang memproduksi kelapa sawit terbesar di dunia. Dalam perjalanan menuju pencapaian titel tersebut, Palm Is Not My ID (PinmID) mencatat lebih dari sembilan juta hektar hutan hujan telah ditebang. “Penebangan hutan tropis ini bukan hanya mengancam kepunahan habitat alami satwa liar, tetapi juga tanah leluhur dan tempat penghidupan masyarakat lokal,” tulis Palm Is Not My ID (PinmID) dalam siaran persnya.

PinmID percaya bahwa perampasan tanah merupakan hal yang biasa ketika perusahaan minyak kelapa sawit dengan rakus mengambil hak tanah dari penduduk desa yang tidak berpendidikan. Lebih buruk lagi, perusahaan-perusahaan itu secara ilegal mengosongkan lahan mereka dengan teknik tebang-dan-bakar yang kemudian menghasilkan kabut asap dan memperburuk kualitas udara bagi masyarakat di wilayah tersebut.

PinmID juga menyatakan daftar korban dalam industri ini tidak ada habisnya: penduduk desa, anak-anak, lingkungan, orangutan, gajah, badak dan banyak lagi. Sementara, menurut PinmID, para oknum pejabat meraih keuntungan tak pantas yang terus meningkat dari ekspor minyak kelapa sawit.

Bulan Juli, para aktivis dari PinmID telah merambah ranah internasional dan memprotes industri minyak kelapa sawit di Phuket dan London. Pada 22 Juli, para aktivis PinmID, melakukan protes di Simposium Kerjasama Penerbangan Global ICAO (GACS) Ketiga yang diadakan di Phuket, Thailand. Protes ini ditujukan pada rencana ICAO untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Indonesia dalam rangka meningkatkan penggunaan minyak kelapa sawit dalam biofuel penerbangan menjadi 285 juta ton pada tahun 2050.

Pada 29 Juli, aktivis PinmID bekerja sama dengan aktivis hak-hak hewan juga melakukan protes terhadap deforestasi dan konsekuensi kepunahan orangutan di luar kantor Kedutaan Indonesia di London.

Aktivis PinmID bertekad akan terus aktif memprotes industri minyak sawit Indonesia dan telah melakukan aksi protes pada 17 Agustus dan dalam acara Animal Rights March di London pada 19 Agustus untuk peringatan Hari Orangutan Internasional di depan kantor Kedutaan Besar Indonesia di London. (tim)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HUKUM

Polda Sumsel Sita Uang Rp1,7 Miliar dari Napi Bandar Narkoba

Published

on

Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli didampingi Kabid Humas Kombes Supriadi menanyai tersangka pengedar sabu jaringan Medan, ketika memberikan keterangan pers di Mapolda, Palembang.

Sumselraya.com, Palembang – Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan menyita uang tunai sebesar Rp1,7 miliar dari tersangka bandar narkoba Dn, seorang narapidana warga Aceh yang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Narkoba Merah Mata Palembang sejak 2016.

Penyitaan uang tunai dalam jumlah cukup besar itu merupakan hasil pengembangan informasi dari tersangka Suh, pegawai Lapas Merah Mata yang ditangkap beberapa waktu lalu dengan barang bukti 580 gram sabu-sabu, 300 butir pil ekstasi dan uang tunai Rp120 juta, kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli ketika memberikan keterangan pers pengungkapan kasus narkoba dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di Palembang, Rabu (24/7/2019).

Selain uang tunai Rp1,6 miliar, petugas juga menyita lima truk fuso, tiga unit mobil minibus, satu bangunan dan tambak udang, satu bidang tanah dan bangunan kantor perusahaan kontraktor di Lhokseumawe Aceh, Medan dan sebidang tanah di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Untuk mengusut tuntas kasus pengendalian bisnis narkoba dari balik jeruji penjara dan kasus TPPU, pihaknya berupaya melakukan pengejaran tiga tersangka lainnya yang diduga menjadi kaki tangan Dn jaringan narkoba Aceh-Medan itu melayani pemesanan pelanggan dan menjalankan usaha lainnya dengan modal yang diduga dari hasil penjualan sabu-sabu.

Kasus tersebut akan diusut tuntas, siapapun yang terbukti terlibat dalam bisnis barang terlarang itu diproses sesuai dengan ketentuan hukum, kata kapolda.

Sementara, Direktur Ditresnarkoba Polda Sumsel Kombes Farman menambahkan, tersangka Dn awalnya dari Aceh datang ke Palembang menjadi sopir truk.

Dalam aktivitas sebagai sopir, tersangka mendapat tawaran menjadi kurir narkoba dan akhirnya ditangkap polisi pada 2016 dengan vonis hakim Pengadilan Negeri Palembang hukuman 10 tahun penjara.

Ketika menjalani pembinaan dan hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Narkoba Merah Mata Palembang, tersangka Dn bukannya menjadi lebih baik menyadari kesalahannya melainkan sebaliknya menjadi bandar narkoba mengendalikan bisnis haramnya dari balik jeruji penjara karena memiliki jaringan pemasok. (yud)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NEWS

Pusat Siaran Pers Bantu Perbanyak Link Berita Press Release untuk Dukung Praktisi PR

Published

on

Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI) meluncurkan jasa publikasi untuk memperbanyak link berita siaran pers.

Sumselraya.com, Jakarta – Salah satu faktor kesuksesan praktisi public relations (PR), baik PR agency maupun PR internal adalah keberhasilannya mempublikasikan press release (siaran pers) ke media-media yang mainstream (utama), dan memperbanyak link berita diberbagai media lainnya, meski pun bukan mainstream, karena masing-masing media punya kelebihan dan kekurangan.

Untuk mendukung praktisi PR, yang terkait dengan distribusi press release, Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI) meluncurkan jasa publikasi untuk memperbanyak link berita siaran pers.

PSPI telah menggandeng puluhan perusahaan media yang dapat bekerjasama untuk mendukung kegiatan ini. Perusahaan media siber yang siap bekerja sama, terdiri dari berbagai media dengan segmentasi antara lain : Nasional, Bisnis, Politik, Entertainment, Sport dan sebagainya.

Adapun biaya yang dikenakan untuk menggunakan jasa ini relatif efisien yaitu : hanya Rp 200.000/link berita, dengan syarat minimal 10 media. Sedangkan untuk penggunaan minimal 20 media dikenakan biaya Rp150.000/link berita. Biaya tidak termasuk coordination fee sebesar Rp 1 juta.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai daftar media siber yang akan digunakan untuk saluran publikasi press release, dan mekanisme kerjasama dengan kami, dapat menghubungi Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI), kontak Banny Rachman Hp : 08111157788. (res)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending