Connect with us

PALEMBANG

Gubernur Sumsel Kirim Bidan ke Polosok Desa

Published

on

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru.

Sumselraya.com, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengirim puluhan bidan ke desa terpencil guna mencegah kematian ibu dan bayi di provinsi tersebut.

“Angka kematian ibu dan bayi di Sumatera Selatan masih terjadi dan itu perlu diminimalisir,” kata Herman di Palembang, Senin (7/10/2019).

Meski tidak terlalu signifikan, angka kematian ibu dan bayi di Sumsel harus mendapat perhatian sehingga perlu dikirim tenaga kesehatan ke desa – desa.

“Kita tahu sebaran dokter di Sumsel ini masih terbatas apalagi di pelosok desa, makanya peran bidan ini sangat kita butuhkan. Mereka ini mitra penting kita. Mitra spesial karena dengan alat sederhana mereka tetap gigih melayani masyarakat terutama ibu dan anak. Ini sangat saya apresiasi sekali,” ujar gubernur.

Gubernur Sumsel itu mengatakan, sebagai tenaga kesehatan yang telah mandiri diharapkan Bidan Delima dapat menjalankan fungsinya melindungi kesehatan reproduksi melalui pemberdayaan perempuan dan optimalisasi pelayanan kebidanan.

Herman yakin dengan kemampuannya para bidan ini dapat memberikan layanan berkualitas pada masyarakat sesuai standar pelayanan yang telah ditentukan.

Dia mengatakan, kedekatannya dengan organisasi bidan bukan hanya saat dirinya menjadi Gubernur Sumsel tapi sudah jauh hari sebelumnya saat ini menjabat Bupati Ogan Komering Ulu Timur.

Oleh karena itu pihaknya sangat mendukung program bidan desa karena itu untuk meningkatkan kesehatan masyarakat terutama warga di desa.

Hal ini karena bagi pihaknya kemitraan itu penting dan dirinya gembira bisa melepas puluhan Bidan Delima untuk masyarakat Sumsel.

Gubernur berpesan kepada para tenaga kesehatan itu bekerjalah dengan ikhlas karena bidan sangat dibutuhkan masyarakat. Jaga kepercayaan yang sejak lama diberikan masyarakat pada profesi ini.

Ia mengatakan, saat ini Pemerintah Provinsi Sumsel terus berupaya menyediakan infrastruktur yang baik bagi masyarakat Sumsel.

Upaya ini dilakukan untuk memudahkan pasien yang membutuhkan waktu cepat untuk tiba di rumah sakit rujukan, kata dia.

Selain melepaskan bidan ke desa, sebagai bentuk perhatiannya pada IBI Sumsel, Gubernur memberikan bantuan satu unit kendaraan operasional secara langsung. (vir)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

PALEMBANG

Gubernur : Kejuaraan Sepak Bola Persiapan Pasok Pemain Sriwijaya FC

Published

on

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru.

Sumselraya.com, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan kejuaraan sepak bola U-20 piala gubernur yang dilaksanakan di kabupaten dan kota di provinsi itu dalam jangka panjang sebagai persiapan untuk memasok pemain lokal bagi tim Sriwijaya FC.

“Pertandingan untuk memperebutkan piala gubernur sudah kami lakukan. Kejuaraan ini guna mempersiapkan pemain dalam jangka panjang, salah satunya untuk memasok pemain lokal tim Sriwijaya FC,” kata Herman Deru usai menghadiri pembukaan kejuaraan sepak bola piala gubernur di Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Selasa (22/10/2019).

Ia mengemukakan pihaknya menaruh perhatian besar terhadap cabang olahraga sepak bola. “Oleh karena itu, setiap kick off saya tidak pernah mewakilkan. Saya ingin bertemu langsung dengan saudara-saudara semua untuk bersilaturahim,” ucapnya.

Selain itu, katanya, turnamen piala gubernur bertujuan untuk mencari bibit pemain muda yang memiliki skil untuk dibina menjadi pemain profesional yang diharapkan dapat bermain di level lebih tinggi serta berupaya meminimalisasi impor pemain (pemain asing).

“Target kita Sriwijaya FC harus kembali ke liga satu dan pemainnya harus putra daerah. Bukan tidak mungkin ke depannya pemain tim kebanggaan masyarakat Sumsel itu diisi anak-anak muda dari Ogan Komering Ulu Selatan,” katanya.

Menurut dia, pembukaan turnamen sepak bola u20 piala Gubernur di Kabupaten OKU Selatan merupakan yang terakhir atau ke-17 dari Kabupaten dan kota di Sumsel.

Juara dari kabupaten dan kota nantinya akan diikutkan pada tingkat provinsi yang dilangsungkan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang pada November 2019, termasuk grand final.

Gubernur mengatakan ke depan Sumsel harus sukses dalam penyelenggaraan kejuaraan olahraga maupun sukses dalam prestasi. Karena itu pihaknya mengajak seluruh pemuda di Ogan Komering Ulu Selatan untuk berbuat secara nyata dalam memajukan dunia olahraga.

Hal ini, lanjutnya, karena pada ajang PON beberapa waktu lalu prestasi Sumsel tidak begitu baik, padahal kondisi sarana prasarana olahraga sudah sangat lengkap. “Untuk itu kami berharap prestasi Sumsel di ajang PON 2020 di Papua dapat lebih baik,” ujarnya. (ran)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PALEMBANG

Kualitas Udara Palembang Masih Tidak Sehat Akibat Kabut Asap

Published

on

Akibat asap Senin (21/10/2019) pagi, kualitas udara di Kota Palembang terpantau berbahaya menurut data air visual terintegrasi satelit pada rentang pukul 06.00 - 09.00 WIB.

Sumselraya.com, Palembang – Kualitas udara di Kota Palembang masih tidak sehat cenderung berbahaya akibat intensitas kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut belum reda hingga Senin (21/10/2019) pagi.

Berdasarkan Pantauan, Senin (21/10/2019), kabut asap pekat nampak memenuhi jalan-jalan di Kota Palembang pada rentang pukul 04.00 – 07.30 WIB atau beriringan dengan jam masuk sekolah yang kembali diaktifkan usai diliburkan pemerintah setempat sepekan terakhir.

“Kabut asap memang lumayan tebal, tapi tidak separah minggu lalu, ya walaupun belum terlalu aman juga untuk anak-anak sekolah,” kata sala seorang warga, Rudi Winarto saat mengantarkan anaknya sekolah.

Menurut dia jika kabut asap belum berkurang maka ia khawatir kesehatan anak-anak akan terganggu, sehingga jika Pemkot Palembang kembali meliburkan sekolah maka akan membuat orang tua siswa tidak khawatir.

Akibat asap Senin (21/10/2019) pagi, kualitas udara di Kota Palembang terpantau berbahaya menurut data air visual terintegrasi satelit pada rentang pukul 06.00 – 09.00 WIB, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) berada pada angka 356 dengan kategori berbahaya atau setara 306 mikrogram PM 2,5.

Sementara berdasarkan laman resmi LAPAN, terdapat 195 titik panas selama 24 jam terakhir di Wilayah Sumsel yang mayoritas berada di Kabupaten OKI, 87 titik di antaranya memiliki tingkat kepercayaan 80 persen.

“Kami berharap semoga asap ini cepat hilang, bukan anak-anak saja yang terganggu, kami pun juga terganggu kalau lagi kerja,” kaya Rudi.

Sementara Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Bambang Beny Setiaji, mengatakan kemungkinan asap di Kota Palembang masih berasal dari wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) mengikuti arah angin.

“Selama musim kemarau, angin dari arah sana,” ujar Beny. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PALEMBANG

Kabut Asap Masih Selimuti Palembang Meski Diguyur Hujan

Published

on

Asap masih menyelimuti Kota Palembang karena wilayah sumber asap di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tidak terpapar hujan.

Sumselraya.com, Palembang – Kabut asap pekat masih menyelimuti Kota Palembang meski hujan intensitas ringan hingga sedang sempat mengguyur wilayah tersebut pada Rabu (16/10/2019) siang dan malam.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Bambang Beny Setiaji, di Palembang, Kamis (17/10/2019), mengatakan asap masih menyelimuti Kota Palembang karena wilayah sumber asap di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tidak terpapar hujan.

“Kondisi asap masih tetap berpotensi terjadi di Sumsel karena wilayah-wilayah yang memiliki jumlah titik panas signifikan belum terpapar hujan, apalagi lahan gambut yang terbakar cukup luas dan dalam,” ujar Beny.

Menurut dia kebakaran hutan, kebun dan lahan akan efektif padam jika terjadi hujan dengan sistem konvektif berskala Meso, sebab hujan yang diakibatkanya berlangsung lama dan kerap terjadi pada malam hingga pagi hari.

Fenomena asap, kata dia, diindikasikan dengan kelembapan yang rendah dengan partikel-partikel kering di udara, sehingga mengurangi jarak pandang, beraroma khas, berefek perih di mata, mengganggu pernafasan dan matahari terlihat berwarna jingga pada sore hari.

“jika ada campuran kelembapan yang tinggi seperti partikel basah atau uap air, maka akan membentuk fenomena kabut asap yang umumnya terjadi pada pagi hari,” tambahnya.

Namun BMKG memprediksi adanya potensi hujan pada 17-19 Oktober 2019 dengan kriteria hujan sedang hingga lebat di Kabupaten Musi Rawas, Muratara, Empat Lawang, Musi Banyuasin, Lahat, PALI, OKU, OKU Selatan, Muara Enim, Kota Prabumulih, Palembang, Lubuklinggau dan Pagaralam.

“Secara regional, adanya pusat tekanan rendah di Samudera Hindia mengakibatkan bertemunya aliran massa udara dari Laut Cina Selatan dan Laut Jawa yang mengandung uap air ke arah pusat tekanan rendah tersebut, dari fenomena inilah potensi hujan itu ada,” jelasnya.

Sementara untuk potensi hujan ringan terjadi di Kabupaten Banyuasin, OKI, Ogan Ilir dan OKU Timur. (jtr)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending