Connect with us

OGAN KOMERING ULU

Bupati OKU Tuntut Pejabat Baru Bekerja Profesional

Published

on

Bupati Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Kuryana Azis.

Sumselraya.com, Baturaja – Bupati Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Kuryana Azis mengingatkan tuntutan terhadap para pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawas di pemerintahan kabupaten setempat yang baru dilantik agar bekerja profesional dalam menjalankan tugas.

“Di era digitalisasi yang penuh tantangan ini, kemampuan manajerial yang digabungkan dengan teknologi berbasis IT diperlukan pejabat yang profesional yang memiliki keunggulan kompetitif,” kata Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Kuryana Azis saat melantik delapan pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawas di lingkungan Pemkab OKU di Baturaja, Rabu (23/10/2019).

Dia menjelaskan, pelantikan sekaligus pengambilan sumpah janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam jabatan pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawas dilingkungan pemerintah daerah setempat tersebut dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan yang memasuki masa pensiun.

“Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 821/1175/KPTS/XLII/III.3/2019 tertanggal 22 Oktober 2019,” katanya.

Untuk pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik ini meliputi Oktoriyanus sebagai pelaksana bagian Organisasi Setda OKU, Dharmawan Irianto sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah dan jabatan Kepala Dinas Perdagangan dan Industri diisi oleh Luqmanul Hakim yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Baturaja Timur.

“Sedangkan posisi Kepala Dinas PUPR yang memasuki masa pensiun diisi oleh Candra Dewana yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris di dinas terkait tersebut,” jelasnya.

Untuk pejabat administrator dan pengawas yaitu Ogan Amrin mengisi jabatan sebagai Camat Baturaja Timur, Camat Pengandonan, Oktaria Rosalina, Fedriansyah sebagai Lurah Sukajadi dan Ade Ridwan dipercaya menjabat Kasi Kurikulum SMP Dinas Pendidikan Kabupaten OKU.

Menurut Bupati, pelantikan ini bertujuan untuk mengisi kekosongan jabatan sebelumnya yang telah memasuki purna bhakti sekaligus guna penyegaran ditempat tugas yang baru.

“Dalam memilih sosok pejabat, Pemkab OKU mengikuti aturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.

Pengangkatan pejabat pimpinan tinggi pratama ini telah melalui proses seleksi JPT dan merupakan hasil dari Assesment oleh tim penguji yang profesional dari LAN RI.

“Jadi semua tahapan pelantikan sudah sesuai aturan dan telah melalui proses seleksi JPT sebelumnya,” ujarnya. (vin)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

OGAN KOMERING ULU

Harga Cabai Merah di Baturaja Meroket Capai RP100.000/Kg

Published

on

Kenaikan tersebut dipicu stok cabai di sejumlah agen pemasok di wilayah setempat sangat terbatas.

Sumselraya.com, Baturaja – Harga cabai merah keriting di sejumlah pasar tradisional Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, meroket mencapai Rp100.000/kg dari sebelumnya di kisaran Rp60.000/kg.

“Sepekan lalu harga cabai merah keriting masih Rp60.000/kg, kini harganya sudah mencapai Rp100.000/kg,” kata Yanto, salah seorang pedagang cabai di Pasar Atas Baturaja, Selasa (21/1/2020).

Menurut dia, harga cabai merah keriting di tingkat pedagang wilayah setempat berangsur naik sejak sepekan terakhir dari Rp60.000/kg naik menjadi Rp80.000/kg dan saat ini menembus angka Rp100.000 untuk setiap kilogram.

“Tiga hari lalu harga jualnya sempat naik hanya sebesar Rp20.000/kg atau dipatok pedagang Rp80.000/kg. Namun hari ini melonjak lagi mencapai Rp100.000/kg,” katanya.

Menurut dia, kenaikan tersebut dipicu stok cabai di sejumlah agen pemasok di wilayah setempat sangat terbatas. “Barangnya sekarang sangat terbatas sehingga harga jualnya melonjak tinggi,” ungkapnya.

Dampak dari kenaikan harga tersebut, kata dia, omzet penjualan cabai merah keriting menurun drastis dibandingkan sebelumnya atau saat harga masih normal.

“Sebelum harga naik, cabai yang terjual dapat mencapai 40-50 kg/hari. Namun, saat ini paling banyak laku 20 kg/hari,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Susi, pedagang lainnya yang terpaksa menaikkan harga jual cabai merah keriting Rp100.000/kg karena agen pemasok di wilayah setempat saat ini mematok harga tinggi.

“Saya kurang tahu penyebab harga naik. Yang jelas, harga dari pemasok sekarang tinggi sehingga terpaksa harga jualnya saya sesuaikan agar tidak merugi,” jelasnya.

Hanya saja, lanjut dia, untuk jenis bumbu dapur lainnya seperti bawang merah saat ini justru harganya mengalami penurunan yaitu dari Rp50.000/kg menjadi Rp30.000/kg.

“Harga bawang merah sekarang turun dan stok barang di tingkat pedagang berlimpah,” ujarnya. (edo)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

OGAN KOMERING ULU

Bupati OKU Belum Cari Pasangan Maju Pilkada 2020

Published

on

Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel), Kuryana Azis.

Sumselraya.com, Baturaja – Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel), Kuryana Azis mengaku belum mencari pasangan pendampingnya untuk maju pada Pilkada 2020 sejak Wakil Bupati Johan Anuar ditahan penyidik Polda Sumsel atas kasus dugaan korupsi pengadaan lahan pemakaman.

Kuryana menanggapi hal itu, mengingat sebelumnya pasangan petahana ini digadang-gadang akan berpasangan kembali dalam Pilkada OKU tahun 2020 mendatang.

“Kalau Johan Anuar tidak terbukti bersalah, tidak ada alasan saya mencari calon lain untuk mendampingi saya maju di pilkada nanti,” kata Kuryana Azis, di Baturaja, Kamis (16/1/2020).

Menanggapi penahanan terhadap Wakil Bupati OKU Johan Anuar oleh penyidik Polda Sumsel sejak Selasa (14/1) tersebut, Bupati mengajak semua masyarakat menyikapi masalah yang menimpa wakil bupati itu secara ini bijak.

Ia meminta masyarakat mengedepankan asas praduga tak bersalah terhadap kasus yang menimpa Johan Anuar, dan menunggu proses hukum yang sedang berjalan.

“Tunggu proses hukum yang sedang berjalan, siapa tahu nanti Johan Anuar tidak terbukti bersalah,” ujarnya.

Ketua KPU OKU Naning Wijaya secara terpisah menjelaskan, setelah ditahan oleh penyidik Polda Sumsel, Wakil Bupati OKU Johan Anuar masih bisa mengikuti pencalonan dalam Pikada 2020.

“Sebab, sesuai Peraturan KPU hanya mengatur narapidana yang sedang menjalani hukuman atau mantan narapidana yang belum habis masa lima tahun bebas,” kata dia.

Menurut dia, apabila hingga Juli 2020 belum ada putusan hukum tetap (inkrah) dan tidak terbukti bersalah, maka Johan Anuar masih bisa mengikuti pencalonan.

“Untuk melengkapi pemberkasan dan mendaftar ke KPU bisa diwakili oleh partai pengusung. Namun pada waktu tes kesehatan itu baru yang bersangkutan harus hadir langsung,” katanya lagi.

Sejak dilakukan penahanan oleh penyidik Polda Sumsel terhadap Wabup OKU Johan Anuar, suasana di kantor Pemkab OKU berjalan seperti biasa.

Beberapa ASN yang statusnya hanya sebagai staf memilih bungkam dan mengaku ikut mendoakan agar kasus yang menimpa Wabup OKU ini cepat selesai. (edo)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

OGAN KOMERING ULU

BPBD Ogan Komering Ulu Waspada Tanah Longsor

Published

on

Berdasarkan data yang dirilis PVMBG di Kabupaten Ogan Komering Ulu terdeteksi delapan kecamatan berpotensi terjadi pergerakan tanah dan rawan tanah longsor saat musim hujan.

Sumselraya.com, Baturaja – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan waspada tanah longsor mengingat wilayah setempat berpotensi terjadi pergerakan tanah saat musim hujan seperti sekarang ini.

“Menurut data dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kabupaten OKU (Ogan Komering Ulu) menjadi salah satu dari 11 kabupaten/kota di Sumsel yang berpotensi terjadi pergerakan tanah sepanjang Januari 2020 hingga rawan terjadinya bencana longsor,” kata Kepala BPBD Ogan Komering Ulu Amzar Kristopa di Baturaja, Rabu (15/1/2020).

Berdasarkan data yang dirilis PVMBG di Kabupaten Ogan Komering Ulu terdeteksi delapan kecamatan berpotensi terjadi pergerakan tanah dan rawan tanah longsor saat musim hujan seperti sekarang ini.

Delapan kecamatan tersebut, kata dia, Baturaja Barat, Lengkiti, Lubuk Batang, Muara Jaya, Pengadonan, Semidang Aji, Sosoh Buay Rayap, dan Ulu Ogan.

“Potensi pergerakan tanah di Kabupaten OKU pasti ada apalagi saat ini memasuki musim hujan. Salah satu contohnya yang sudah terjadi di Desa Pedataran, Kecamatan Ulu Ogan beberapa waktu lalu sudah terjadi pergeseran tanah, namun belum menimbulkan bencana tanah longsor,” kata dia.

Menyikapi hal tersebut, BPBD setempat sudah menyebar surat peringatan kepada berbagai pihak terkait, seperti pemerintah kecamatan yang wilayahnya berpotensi terjadi tanah longsor untuk meningkatkan kewaspadaan agar tidak menimbulkan korban jiwa jika bencana alam itu terjadi.

“Sebaran peringatan yang disampaikan ini bertujuan agar jika terjadi bencana dapat segera diatasi supaya tidak menimbulkan korban jiwa,” ujarnya. (edo)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending