Connect with us

NEWS

Menikmati Sukiyaki dan BBQ di Raa Cha Blok M

Published

on

Raa Cha Suki & BBQ yang berada di Pasaraya Blok M. Raa Cha Suki & BBQ Blok M ini merupakan salah satu cabang Raa Cha Suki & BBQ yang ada di Jakarta.

Sumselraya.com, Jakarta – Sukiyaki merupakan hidangan yang tengah digandrungi oleh banyak masyarakat Indonesia. HIdangan ini terdiri dari berbagai macam suki, yakni isian yang berupa makanan olahan seafood ataupun daging sapi yang kemudian ditambah dengan sayuran dan kemudian disajikan dengan kuah seperti layaknya tomyum.  Nah, sudah banyak restoran sukiyaki yang ada di Indonesia, khususnya Jakarta, akibat membludaknya masyarakat yang menyukai makanan ini.

Salah satu restoran yang ada di Indonesia, khususnya Jakarta adalah Raa Cha Suki & BBQ yang berada di Pasaraya Blok M. Raa Cha Suki & BBQ Blok M ini merupakan salah satu cabang Raa Cha Suki & BBQ yang ada di Jakarta.Nah, kali ini kita akan membahas lebih dalam mengenai Raa Cha Suki & BBQ Pasaraya Blok M secara lebih mendetail.

Raa Cha Suki & BBQ Blok M

Raa Cha Suki & BBQ Blok M ini merupakan salah satu cabang Raa Cha Suki yang ada di dalam Pasaraya Blok M, tepatnya di Lantai Lower Ground. Pasaraya Blok M sendiri berada di Jalan Sultan Iskandarsyah II, Jakarta Indonesia. Cabang Raa Cha suki & BBQ ini buka setiap harinya mulai jam 10 pagi sampai dengan jam 10 malam. Raa Cha suki & BBQ ini merupakan sebuah tempat makan suki dan BBQ yang cukup diminati oleh banyak pengunjung. Untuk Anda yang penasaran, Anda bisa datang dengan menggunakan kendaraan pribadi, angkutan kota, transjakarta, ojek, dan MRT.

Fasilitas Raa Cha Suki & BBQ Pasaraya Blok M

Dalam menikmati hidangan di Raa Cha Suki & BBQ Pasaraya Blok M ini, Anda juga dapat menikmati berbagai macam fasilitas yang menunjang kedatangan Anda. misalnya seperti penggunaan kartu kredit dalam pembayaran, fasilitas bangku bayi untuk anak Anda yang memiliki anak bayi, free wifi connection, fasilitas reservasi di hari sebelumnya, dan fasilitas untuk membawa pulang makanan untuk dimakan di luar restoran. Fasilitas lain seperti tempat makan tentunya didesain senyaman mungkin agar membuat para pengunjung tetap betah selama berada di cabang Raa Cha Suki & BBQ ini.

Menu Raa Cha Suki & BBQ Pasaraya Blok M

Raa Cha Suki & BBQ di Pasaraya Blok M ini banyak sekali menyediakan menu yang terdiri dari beragam paket menu, suki, sayuran, dan minuman. Untuk sukinya sendiri, terdiri dari berbagai jenis bahan makanan mulai dari berbagai olahan seafood, sampai dengan olahan daging, dan juga daging ayam maupun sapi. Selain itu juga ada sayur-sayuran seperti brokoli, sawi, pokcay, dan aneka jamur (shitake, enoki, dan shimeji). Ada pula paket suki dan sayuran, dan ada pula minuman dan aneka jenis saus yang melengkapi masakan sukiyaki dan juga BBQ Anda nantinya.

Review Raa Cha Suki & BBQ Pasaraya Blok M

Mengingat Raa Cha suki & BBQ ini memiliki banyak sekali cabang, tempat Pasaraya Blok M ini merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang banyak didatangi orang, membuat Raa Cha Suki & BBQ Pasaraya Blok M ini juga ikut ramai didatangi banyak orang dan akhirnya memiliki banyak ulasan dari para pengunjung. Anda dapat melihat ulasan tersebut di Traveloka Eats, salah satu aplikasi ulasan makanan. Disana Anda dapat melihat tempat ini memiliki rating 4,3 / 5, sehingga dapat menjadi rekomendasi tempat makanan untuk Anda yang sedang mampir ke Pasaraya Blok M. (tim)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

NEWS

APA YANG BISA DILAKUKAN, JIKA REPUTASI ANDA BERNASIB SEPERTI EKS BOS GARUDA?

Published

on

Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara.

Oleh : Budi Purnomo Karjodihardjo

SULIT? Bingung? Tidak tahu harus berbuat apa? atau lebih baik diam? Mungkin itu beberapa alternatif jawaban yang muncul dalam pikiran Anda menghadapi masalah krisis.

Harus diketahui bahwa krisis yang menimpa eks bos Garuda bisa terjadi kepada bos BUMN yang lainnya juga.

Bukan hanya BUMN, tapi korporasi swasta juga. Jadi harus waspada.

Sifat krisis yang datangnya mendadak dan tidak terduga menyebabkan sulitnya antisipasi krisis, sekaligus keruwetan dalam upaya untuk memulihkannya krisis ke titik normal.

Krisis yang menimpa eks bos Garuda berasal dari tiga arah. Pertama, tudingan. Kedua, bencana karena kesalahan. Dan, ketiga kritik.

Kalau membaca media (baik medsos maupun mainstream) semuanya menjadi tsunami krisis yang saling susul-menyusul.

Pemicu krisis bisa berasal dari pihak luar eksternal, dan bisa juga dari internal.

Sayangnya dalam kasus eks bos Garuda ini disebabkan oleh internal, yang jika ditelusuri lebih mikro lagi, adalah dirinya sendiri.

Bagi pemerintah, kasus ini menjadi momentum yang sangat baik untuk memberikan peringatan sangat keras agar bos BUMN tidak main-main dalam pengelolaan usaha milik pemerintah itu.

Bahkan Menkeu RI Sri Mulyani sudah mengeluarkan rating BUMN mana yang kategori nyaris bangkrut, waspada, atau aman berdasarkan score tertentu.

Menurut saya, ini juga sinyal teguran yang sangat keras bagi BUMN yang kondisi finansialnya dalam tanda bahaya.

Bos BUMN yang terjaring dalam zona bahaya mestinya mengambil langkah yang aman untuk memberikan kontribusi maksimal untuk memperbaiki kinerja keuangan BUMN yang dikelolanya.

Jika tidak? kita tidak tahu apa yang terjadi di depan. Terpeleset sedikit saja, bos BUMN bisa menjadi model susulan seperti yang terjadi pada eks bos Garuda.

Menjadi momentum penting untuk gebrakan awal bagi pemerintahan baru membersihkan BUMN.

Reputasi Jatuh

Itu sudah pasti. Setiap krisis pasti akan menjatuhkan reputasi, citra, dan nama baik koorporasi/personal.

Daya rusak reputasinya tergantung kepada besar kecilnya krisis, apakah badai angin atau tsunami.

Berdasarkan persepsi publik yang dilansir oleh Newstensity terhadap dua isu, yaitu soal barang mewah ilegal di Garuda dan pemecatan bos Garuda, hasilnya warna merah, artinya mayoritas mengganggap negatif.

Data yang diambil untuk setiap isu adalah 500 media (untuk persepsi media), sedangkan untuk persepsi publik diperoleh dari data hampir 5000 tweet.
Sedangkan tokoh terkaitnya adalah Menteri BUMN Erick Thohir, Menkeu Sri Mulyani, dan Menhub Budi Karya Sumadi.

Tokoh terkait adalah narasumber yang paling sering dijadikan sumber rujukan pemberitaan di media.

Dengan demikian, pandangan saya, krisis yang menimpa eks bos Garuda adalah badai angin yang disertai tsunami.Bencana krisis yang sangat besar yang bisa jadi akan diikuti dengan gempa susulan yang lebih besar.

Mungkinkah bos BUMN membantah tudingan menteri, apalagi sampai tiga menteri sekaligus? Saya kira persoalannya bukan soal bantah-membantah.

Ini adalah masalah nyata yang sulit dibantah karena sudah terbukti sebagai pelanggaran oleh tim gabungan dari kementerian tersebut.

Saat Press Conference gabungan Menteri Sri dan Menteri Erick memaparkan secara terang benderang mengenai kronologi penyelundupan Harley Davidson tipe Shovelhead keluaran 1972 dan sepeda Brompton.

Lalu Harus Bagaimana?

Sebenarnya menjawab soal ini Menteri Erick sudah memberikan kata kuncinya, yaitu agar setiap bos BUMN memiliki jiwa Samurai, kalau salah minta maaf dan mengundurkan diri.

Berdasarkan referensi, Samurai adalah salah satu prajurit elite di Jepang.

Samurai ini berbeda dengan para prajurit elite yang lainnya, Samurai ini memiliki Bushido (kode etik) yang bagus untuk dicontoh.

Setidaknya, ada dua kode etik.

Pertama, Makoto atau Shin (Kejujuran dan tulus-iklas). Seorang Samurai harus memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran. Para ksatria harus menjaga ucapannya.

Kedua, Meiyo (Kehormatan) atau menjaga kehormatan diri.

Bagi samurai cara menjaga kehormatan adalah dengan menjalankan kode bushido secara konsisten sepanjang waktu dan tidak menggunakan jalan pintas yang melanggar moralitas.

Selain dua hal di atas, sebenarnya ada lima atau enam kode etik samurai yang lainnya.

Sayang, hal tersebut tidak dilakukan atau belum sempat dilakukan oleh bos Garuda, karena Menteri Erick lebih ngebut memecat duluan.

Mestinya setiap bos BUMN bisa menangkap sinyal dari bosnya dan mengimplementasikannya dengan komunikasi yang tepat secara elegan.

Perspektif Restorasi Reputasi

Setiap orang pada prinsipnya memiliki keinginan yang sama, yaitu ingin reputasinya baik, nama baiknya tidak ternoda, dan citranya bersinar.

Kalau orangnya salah? Sama saja.

Orang yang salah atau orang benar, orang yang buruk atau orang yang baik selalu ingin reputasinya baik.

Itukah sebabnya mengapa bisnis jasa layanan pencitraan atau pun jasa manajemen reputasi berkembang cukup baik.

Teori ilmu komunikasi terkait praktek manajemen reputasi ini pun bermunculan.

Seperti yang ditemukan oleh Prof William Benoit, yaitu Image Restoration Theory (atau pemulihan citra/restotasi reputasi).

Dalam perspektif teori Benoit, kata kunci “maaf” dan “mundur” yang disampaikan Menteri Erick merupakan implementasi dari strategi paling pamungkas dari teori pemulihan citra ini, strategi Mortification.

Taktik dari strategi Mortification adalah minta maaf karena ada kesalahan.

Meminta maaf merupakan perbuatan yang terpuji. Minta maaf juga menunjukkan komitmen untuk bersegera memperbaiki diri.

Hingga saat ini sikap elegan eks bos Garuda belum termonitor media. Padahal strategi Mortification ini belum cukup.

Mengapa? Masih ada lagi faktor kerugian yang diderita oleh pihak lain, dalam hal ini negara (bea dan cukai).

Menteri Sri menyebut kerugian negara mencapai Rp 1,5 miliar. Belum lagi pihak yang ikut terseret kasus ini.

Sehingga selain strategi Mortification, mestinya strategi Reducing Offensiveness of Event juga digunakan, terutama taktik Compensation.

Taktik ini adalah memberikan ganti rugi sebagai bentuk tanggung jawab atau menebus kesalahan yang telah terjadi.

Lihat Langkahnya, Ambil Hikmahnya

Nasi sudah menjadi bubur, dan bubur pun barangkali sudah rusak juga. Eks bos Garuda tidak terlihat mengambil langkah komunikasi apapun juga.

Tidak terlihat seperti situasi krisis, meskipun situasinya sudah sangat genting dan gaduh.

Dia masih berdiam diri, tidak ada suara meskipun suara “no comment”. Mungkin, sebentar lagi kita akan menyaksikan akhir ceritanya.

Saya berpendapat, bos BUMN akan memanen hasil komunikasi yang berbeda, jika eks bos Garuda ini melakukan tahapan-tahapan manajemen reputasi secara tepat dan menyampaikannya secara elegan.

Setidaknya pesan yang disampaikan mengandung beberapa muatan strategis terkait restorasi citra, pada saat yang tepat, sebagai berikut:

Pertama, minta maaf atas kesalahan yang sudah dilakukan. Permintaan maaf kepada semua pihak, mulai dari pihak pemerintah sampai karyawan.

Kedua, nyatakan pengunduran diri. Pengunduran diri adalah bentuk dari tanggung jawab atas kesalahan yang sudah dilakukan.

Ketiga, mengganti denda dan kerugian negara. Pernyataan ini adalah bentuk penyesalan yang sangat mendalam sekaligus janji bahwa ke depannya akan memperbaiki diri.

Jika perlu nyatakan kesiapannya menerima konsekuensi hukum.

Keempat, ucapan terima kasih. Ucapan ini sebaiknya diapresiasikan untuk semua jajaran karyawan dari yang terkecil yang sudah bersama-sama membantu pekerjaannya.

Tentu saja sangat tidak tepat karena sudah sangat terlambat jika dilakukan saat ini.

Saat yang tepat adalah sebelum Menteri Erick memecat bos BUMN, tapi lebih tepat lagi sebelum disuruh mundur.

Tidak ada jaminan apakah setelah melakukan upaya restorasi citra di atas akan mendapat perlakuan yang lebih baik atau sama saja.

Dari sisi komunikasi, strategi inilah yang disebut paling elegan oleh Benoit yang juga menulis buku “Accounts, Excuses, and Apologies” (2014).

Barangkali hal ini juga termasuk “harakiri” pasukan Samurai dalam menjaga kehormatan dirinya yang sangat dihormati di Jepang.

Mungkin, itu saja hikmah yang bisa diambil.

Budi Purnomo Karjodihardjo adalah praktisi media dan komunikasi.

(*) Tulisan ini sudah dipublikasikan di media Tribunnews.com

Baca juga tulisan Budi Purnomo Karjodihardjo yang lainnya, terutama seputar manajemen reputasi, manajemen krisis, pencitraan, restorasi reputasi, dan pemulihan citra di official website Budipurnomo.com. Terima kasih.

Budi dan timnya, RESTART – Media Restoration Agency, menyediakan waktu untuk membantu personal/korporasi yang menghadapi masalah komunikasi dengan pendekatan Crisis Management, Image Restoration Theory, dan Online Reputation Management.


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NEWS

SUDAHKAH BERITA ANDA MASUK HALAMAN SATU GOOGLE?

Published

on

Dengan ORM yang tepat maka berita korporasi/Anda bisa menempatkannya pada laman pertama Google, kecuali berIta negatif yang ingin digeser ke belakang.

SIAPA sih yang tidak ingin berita positif Anda atau korporasi Anda bisa dipublikasikan di media online, dan kemudian masuk dalam 10 berita di dalam situs mesin pencari terbesar di dunia, Google? Tidak ada.

Sebenarnya, ada dua kelompok yang sebenarnya tidak mau masuk di halaman satu Google. Pertama, koporasi/tokoh yang reputasi buruk dengan berbagai permasalahannya, misalnya ‘ skandal, korupsi, kejahatan, dan yang berurusan dengan pihak yang berwajib.

Kedua, korporasi/tokoh yang yang sedang diserang krisis berupa kritik yang negatif, tudingan yang tidak benar, ataupun bencana atau musibah yang menimpa yang berpotensi meruntuhkan korporasi/Anda.

Bagi kelompok kedua ini, jika ditangani dengan manajemen reputasi yang tepat maka reputasi korporasi/Anda bisa cepat recovery, citranya pulih kembali menjadi baik dengan strategi restorasi reputasi.

Di dunia komunikasi, berlaku hukum alam yang menyebutkan bahwa semua institusi maupun semua orang ingin reputasinya selalu baik, dan citranya ingin selalu bersinar.

Baik, yang ingin berita positifnya ingin tampil di halaman pertama Google, maupun bagi yang tidak mau berita negatifnya ingin tampil di halaman pertama Google.

Ya, semuanya sama saja. Ingin reputasi dan citranya selalu baik.

Peranan Online Reputation Management

Untuk bisa mengelola berita di halaman satu Google tentu saja diperlukan sebuah tim yang bisa memonitor semua informasi dari internet, terutama yang bersumber dari media online, dan media sosial dan mengelolanya sebagai bahan implementasi dari strategi komunikasi.
Kita menyebutnya sebagai Tim Online Reputation Management (ORP).

Tim ORP in akan merancang dan mengeksukusi praktek-praktek ORP sehingga berita positif muncul di halaman depan Google, dan berita negatif digeser ke halaman belakang Google.

Secara teknis, dapat dijelaskan bahwa Tim ORP akan membuat sejumlah konten positif yang diperlukan di berbagai media online, situs berita nasional, Blog dan Website.

Agar busa tampil di halaman pertama situs pencari, maka akan disusun sesuai dengan target yang diinginkan.

Memerlukan Tim ORM terpadu yang melibatkan team kreatif mulai dari jaringan Blog, Website yang dikelola, situs berita Indonesia, social media manager hingga pakar optimasi, penggiat jasa SEO dan pelaku Online PR (Public Relation).

Dengan ORM yang tepat maka berita korporasi/Anda bisa menempatkkannya pada laman pertama Google, kecuali berta negatif yang ingin digeser ke belakang.

Bukan tidak mungkin, jika momentumnya tepat, dapat berpotensi dibagikan oleh netizen, menjadi viral.

Setelah Masuk Google, Lalu Apa?

Ya terserah Korporasi/Anda mau ngapain. Yang jelas, sekarang reputasi korporasi online Anda sudah menjadi baik, dan citra Anda di halaman satu Google sudah bersih dari polusi berita negatif.

Sudah sangat bagus.

Dengan reputasi yang baik, korporasi akan memperoleh banyak benefit.

Misalnya, pertama, membangun kredibilitas perusahaan.

Kedua, menarik media massa untuk meliput berita dari perusahaan secara gratis sehingga mengurangi biaya komunikasi perusahaan.

Ketiga, jika ada produk yang diluncurkan akan lebih mudah diterima oleh konsumen sehingga biaya peluncuran produk akan lebih rendah.

Keempat, mempermudah pemasaran produk untuk memasuki pasar yang baru, membuka peluang dalam menetapkan harga permium.

Kelima, meningkatkan brand loyalt. Keenam, meningkatkan market share. Ketujuh, menarik bagi investor.

Biasanya setelah reputasi baik, maka langkah korporasi/Anda ke depan akan lebih ringan ke depannya. Lebih percaya diri untuk melakukan manuver bisnis, karena reputasi baik sudah ada di tangan, sehingga sulit mencari jejak negatif di dunia online. Semoga sukses.

Budi Purnomo Karjodihardjo adalah praktisi media dan komunikasi.

Baca juga tulisan Budi Purnomo Karjodihardjo yang lainnya, terutama seputar manajemen reputasi, manajemen krisis, pencitraan, restorasi reputasi, dan pemulihan citra di official website Budipurnomo.com. Terima kasih.

Budi dan timnya, RESTART – Media Restoration Agency, menyediakan waktu untuk membantu personal/korporasi yang menghadapi masalah komunikasi dengan pendekatan Crisis Management, Image Restoration Theory, dan Online Reputation Management]


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NEWS

BILLY MAMBRASAR DAN UPAYA PEMULIHAN CITRA STAFSUS MILENIAL

Published

on

Staf Khusus (Milenial) Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024, Billy Mambrasar.

Oleh : Budi Purnomo Karjodihardjo

Siapapun tokohnya, apakah tokoh muda ataupun tua, tokoh kekinian ataupun tokoh kekunoan, dia ingin citranya selalu cantik, dan reputasinya senantiasa mencorong.

Sang tokoh akan selalu berusaha tidak akan melakukan kesalahan dan mengupayakan agae selalu berbuat benar. Jika berbuat salah? Tetap sama, dia ingin citra dan reputasinya tetap baik.

Di sinilah peranan ilmu komunikasi hadir mengemas situasi krisis yang terjadi bisa membawa ke arah perbaikan dan pemulihan citra melalui strategi public relations dengan pendekatan teori restorasi citra maupun online reputation management.

Studi kasus komunikasi yang aktual adalah masalah cuitan Staf Khusus (Milenial) Presiden Jokowi, Billy Mambrasar, yang akhirnya menyatakan bahwa dirinya tidak bermaksud berpihak pada kelompok masyarakat apapun.

Tidak cukup itu, Billy juga minta maaf kepada publik karena telah memicu polemik lewat cuitannya di Twitter dengan menyinggung kalimat ‘kubu sebelah megap-megap’.

Dari kacamata teori komunikasi, terutama Image Restoration Theory (pemulihan citra atau restorasi reputasi), setidaknya Billy sudah menggunakan dua strategi dalam upayanya memilihkan citra sebagai pejabat publik .

Pertama, Strategi Reducing Offensiveness of Event.

Dalam strategi ini ada pengkondisian bahwa meskiun ada kesalahan sebenarnya sangat pantas diberikan keringanan, bahkan diberikan pengampunan.

Dalam strategi ini, sebenarnya ada enam pilihan implementasi yang bisa dilakukan agar mendapatkan apresiasi publik yang positif sesuai dengan yang diharapkan.

Semuanya ada plus dan minusnya, tergantung seberapa besar krisis yang sedang dihadapi. Selain itu langkah strategi pemulihan citra itu pun memiliki konsekuensinya masing-masing.

Nah, dari sekian pilihan itu, menurut saya disadari atau tidak, Billy menggunakan taktik Minimize, untuk mengurangi gelombang besar yang akan menggerus reputasinya, dengan menyampaikan background dirinya.

“Sedari kecil saya diajari indahnya perdamaian dan saling sayang yang diajarkan Islam dan Kristen. Saya menyaksikan keindahan dari hidup di Indonesia, di tengah-tengah keluarga kami. Dan tidak pernah sekalipun saya menyatakan hal-hal berbau ujaran kebencian dan kecurigaan terhadap agama apapun,” tulis Billy dalam cuitan twitter klarifikasinya

Kedua, Strategi Mortification.

Strategi ini menjadi alternatif paling akhir yang disebut oleh Prof. William Benoit dalam Image Restoration Theory (teori pemulihan citra).

Strategi ini dinilai sangat elegan, karena mengakui kesalahan, dan dengan jelas meminta pengampunan atas kesalahan tindakan yang sudah dilakukan.

Menurut Wikihow, permintaan maaf merupakan ungkapan penyesalan untuk kesalahan yang sudah diperbuat, dan berfungsi sebagai sarana untuk memperbaiki hubungan setelah kesalahan terjadi.

“Saya pertama memohon maaf atas kesalahpahaman yang muncul karena salah satu cuitan saya yang menggunakan kata yang menimbulkan multitafsir, yaitu kata: ‘kubu’,” cuit Billy di akun twitter @kitongbisa.

Mestinya Case Close

Billy sudah menghapus cuitan yang membuat polemik di masyarakat. Itu saja tidak cukup. Penggunaan strategi Reducing Offensiveness of Event saja pun, saya kira tidak cukup.

Setidaknya menggunaan dua strategi (sekaligus) komunikasi pemulihan citra ini, yang akan efektif untuk menangani masalah manajemen reputasi seperti ini.

Sulit dibayangkan seperti apa jadinya jika strategi Mortification ini tidak diambil. Bisa jadi urusannya akan menjadi lebih lebar dan bertambah panjang

Contoh kasus terbaru yang sukses menggunakan strategi Mortification adalah Sumawati Soekarnoputri. Baik pembacaan puisi atau pun pidatonya sempat menggegerkan ummat, tapi kini adem setelah minta maaf.

Pemberian maaf terjadi ketika orang yang merasa disakiti tergerak hatinya untuk memperbaiki hubungan dengan orang yang telah menyakitinya.

Secara spiritual, memaafkan dan membalas keburukan dengan kebaikan, merupakan perbuatan terpuji yang diyakini akan mendatangkan pahala dan keselamatan dari Allah.

[Oleh: Budi Purnomo Karjodihardjo. Penulis adalah seorang mediapreneur dan praktisi komunikasi. Budi dan timnya, RESTART – Media Restoration Agency, menyediakan waktu untuk membantu personal/korporasi yang menghadapi masalah komunikasi dengan pendekatan Image Restoration Theory]

(*) Tulisan ini sudah dipublikasikan media Investor.id


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending