Connect with us

NEWS

STRATEGI MANAJEMEN REPUTASI MENGHADAPI SERANGAN BERITA NEGATIF DARI DUNIA ONLINE

Published

on

Munculnya informasi, komentar, atau sentimen negatif, khususnya di digital (mesin pencari Google) dapat menjadi ancaman reputasi, karena dapat berpengaruh negatif terhadap reputasi korporasi/Anda sendiri.

Oleh : Budi Purnomo Karjodihardjo

KRISIS bisa datang kapan saja, tanpa diundang, tanpa memberi tahu Anda. Krisis datang tiba-tiba secara mendadak dan tiba-tiba.

Apa reaksi Anda? Kaget? Bingung? Tidak tahu akan berbuat apa? Yang harus dipahami, bahwa krisis terjadi jika korporasi/Anda mendapat serangan dari tiga arah.

Pertama, dari kritik atau komplain. Kedua, dari tudingan (tuduhan). Dan ketiga, dari bencana akibat melakukan kesalahan.

Ketiga hal tersebut biasanya tidak under control, baik yang disebabkan oleh eksternal, maupun internal.

Jika hal demikian menimpa korporasi atau Anda, jangan sekali-kali mengabaikannya.

Mengapa? Bisa jadi akan ada krisis lebih besar yang menyusul, akibat krisis awal yang tidak disolusikan.

Misalnya, ada cuitan di Media sosial (medsos) yang memberikan komplain, atau kritik, dan tudingan negatif terhadap perusahaan/Anda. Sayangnya, hal tersebut Anda cuekin.

Kemudian media, termasuk online mencium kabar tidak sedap ini atau (mungkin) ada yang sengaja membocorkan ngasih tahu ke media online, akhirnya badai krisis yang kecil itu menjelma menjadi tsunami yang besar.

Sebaiknya kabar buruk atau berita negatif di medsos atau di media online, sekecil apapun bentuknya, harus segera diatasi.

Krisis kecil yang dibiarkan juga bisa merobek reputasi korporasi/Anda.

Apalagi jika besar, bisa jadi meluluhlantakkan reputasi yang sudah dibangun puluhan tahun.

Lalu, apa yang harus dilakukan? Reputasi perusahaan/Anda yang rusak tentu saja harus segera diperbaiki.

Anda harus melakukan restorasi reputasi, nama baik harus dipulihkan dan dinormalisasi lagi.

Setelah itu, barulah citra perusahaan/Anda diangkat kembali seperti waktu berkibar.

Tidak ada cara yang luar biasa yang bisa dilakukan lagi, karena yang terpenting api krisis harus segera dipadamkan segera dengan cepat dan tepat oleh Tim Komunikasi Krisis.

Aktivasi Tim Komunikasi Krisis

Jika belum ada, segera bentuk Tim Komunikasi Krisis. Jika sudah ada, langsung saja diaktivasi dengan cepat.

Tim Komunikasi Krisis (atau Tim Public Relations atau Tim Media Center) ini sangat penting, karena bisa menjadi kepanjangan tangan korporasi/Anda untuk menjelaskan berbagai hal terkait dengan kondisi krisis yang sedang terjadi.

Tim Komunikasi bisa menjelaskan hal yang terjadi kepada stakeholder (pemangku kepentingan) terutama kepada media, mitra bisnis, konsumen, dan pihak terkait lainnya.

Sedangkan CEO dan manajemen bisa lebih fokus memberikan penjelasan kepada para pemegang saham.

Tentunya setelah semua hal dikaji dan dipelajari secara darurat dan cepat untuk kemudian diputuskan jalan terbaik untuk mengamputasi krisis ini, dengan strategi dan tata kelola komunikasi yang baik agar reputasi pulih kembali seperti yang diharapkan.

Penemu Image Restoration Theory (teori pemulihan citra) atau pemulihan reputasi yaitu Prof William Benoit menawarkan banyak strategi komunikasi restorasi reputasi yang bisa dipilih tingkat efektifitasnya.

Bisa jadi, selain memberikan transparansi informasi publik mengenai kondisi korporasi, Anda bisa juga membantah berbagai kritikan atau tudingan yang tidak relevan.

Benoit juga menawarkan untuk mengambil strategi Attack Accuser (menyerang penuduh) jika tudingan mereka ngawur.

Namun demikan, jika korporasi/Anda juga memiliki Andil dalam kesalahan/bencana yang terjadi, penulis buku “Account, Excuses, and Apologies” (1995) juga menawarkan solusi jalan ke luar yang elegan.

Selanjutnya Tim Komunikasi Krisis tinggal mengambil alternatif komunikasi yang tepat melalui saluran komunikasi yang efektif.

Misalnya, jika audiencenya media, bisa dipilih cara penyebaran Press Release atau Press Conference, ataupun liputan wawancara khusus. Silakan saja.

Online Reputation Management

Saya menyebut Tim Online Reputation Management (ORM) ini sebagai Tim Sapu Langit, sedangkan Tim Komunikasi Krisis (media relations) saya sebut sebagai Tim Sapu Jagat.

Jadi ini adalah ujung tombak yang terpadu yang akan menjadi hardware plus software yang merestorasi reputasi korporasi/Anda.

ORM adalah sebuah strategi untuk mengontrol segala interaksi, aktivitas, dan feedback terhadap brand (merek, korporasi atau tokoh), khususnya yang terjadi di dunia digital.

Tujuannya adalah agar reputasi online (atau reputasi siber, atau reputasi digital) korporasi/Anda tetap baik atau menjadi lebih baik di mata publik.

Cara pandang netizen melihat atau memiliki persepsi terhadap korporasi/Anda dianalisa seberapa besar daya rusaknya terhadap reputasi.

Munculnya informasi, komentar, atau sentimen negatif, khususnya di digital (mesin pencari Google) dapat menjadi ancaman reputasi, karena dapat berpengaruh negatif terhadap reputasi korporasi/Anda sendiri.

Saya tidak pernah menganggap enteng masalah ini, karenanya saya sebut sebagai krisis. Di sinilah peranan Tim ORM dibutuhkan.

Mengapa? Ya, ini kuncinya karena ORM efektif untuk melawan propaganda negatif dari kompetitor yang menyerang secara online dari berbagai penjuru.

Tidak bisa dipungkiri bahwa di era internet ini persaingan ketat terjadi di segala bidang, khususnya di dunia bisnis.

Jadi, kemungkinan adanya propaganda, negative campaign, black campaign atau hoaks mungkin saja terjadi.

Tenggelamkan Berita Negatif

Soal bagaimana Tim ORM bekerja, ini sudah masuk ke ranah teknis.

Poinnya adalah bagaimana mengangkat berita positif di situs mesin pencari, dan menenggelamkan atau menggeser berita negatif di halaman belakang Google.

Ada banyak taktik dan strategi untuk mencapai sasaran ini, mulai dari forum, media sosial, content marketing, buzzer, SEO (search engine optimation) dan lainnya.

Namun, pembahasan kali ini, akan menitik beratkan pada strategi SEO.

Mengoptimalkan ORM dengan Strategi SEO adalah strategi atau teknik untuk mengoptimalkan sebuah website di situs mesin pencari, misalnya hasil pencarian Google (SERP, search engine page result).

Seperti diketahui, saat ini kita sudah masuk era ZMOT (Zero Moment of Truth), di mana netizen akan mencari informasi, referensi, atau rekomendasi di mesin pencari Google, sebelum mereka memutuskan sesuatu.

Begitu juga dengan nama korporasi/Anda, yang bisa divonis miring dari hasil pencarian.

Coba bayangkan, jika netizen mencari informasi dengan kata kunci nama korporasi/Anda di mesin pencari Google, kemudian hasil pencariannya adalah banjir kritik, komplain, tudingan, dan informasi atau review negatif.

Nah, Tim ORM akan mengimplementasi strategi SEO dengan menyiapkan 10 artikel di digital asset (blog atau website yang sudah optimal).

Kemudian, kesepuluh artikel tersebut akan dioptimalkan dengan strategi SEO white hat (strategi SEO yang mengikuti algoritma Google), tentunya dengan menggunakan keyword negatif (kata kunci yang memunculkan informasi atau review negatif di halaman satu Google).

Goal atau objektif utama dari strategi ini adalah agar hasil pencarian negatif yang sebelumnya muncul di halaman satu, akan pindah ke halaman dua atau ke belakang.

Kini, posisinya di halaman satu Google dikuasai berita positif kita karena 10 artikel yang sudah dioptimalkan sukses menggeser berita negatif dengan strategi SEO.

Kesuksesan Tim ORP ini ditentukan kemampuannya menggeser konten negatif ke halaman dua atau di halaman yang lebih belakang lagi.

Begitu juga soal kecepatan waktu menjadi hal yang menentukan. Semakin cepat munculnya konten positif di halaman satu Google, tentu akan semakin sukses.

Manajemen Reputasi Pasca Krisis

Badai sudah berlalu, atau krisis sudah berhasil dilalui jika langit sudah menjadi bersih. Tidak ada lagi polusi udara yang kotor berisi sampah-sampah pengganggu.

Artinya, di dunia online sudah memuat konten-konten positif, di Google halaman 1 tidak ada lagi berita-berita negatif yang mengganggu reputasi korporasi/Anda.

Meskipun demikian kita harus waspada, terkadang ada krisis susulan.

Tim Komunikasi dan Tim ORP harus tetap siaga dan berjaga-jaga untuk antisipasi jangan-jangan ada tsunami susulan ataupun gempa susulan.

Setelah situasi dan kondisi dipastikan aman dan krisis pun sudah berhasil dilewati, kini saatnya korporasi/Anda melambungkan lagi reputasi koporasi/Anda, termasuk semua merek produk dan jasa korporasi.

Tim Komunikasi kini beralih strategi, yang semula lebih banyak menangkis karena diserang krisis, kini proaktif melakukan ekspansi pencitraan untuk memudahkan tim marketing menembus pasar dan melebarkan sayapnya.

Tim Komunikasi menjadi garda terdepan untuk menjalankan program-program Marketing Public Relations (MPR) atau Marketing Communications (Marcomm).

Sementara itu Tim ORM juga tetap eksis mengawal dan mengimplementasikan program-program Internet Marketing (IM).

Tim ORM akan mengibarkan semua berita positif merajai dunia internet.

Begitu juga merek korporasi dan produk-produknya diupayakan maksimal merajai situs mesin pencari dan mendominasi halaman 1 google.

Semoga sukses.

(*) Tulisan ini sudah dipublikasikan di media Tribunnews.com

Budi Purnomo S.IKom, M.IKom, pernah memimpin Media Center sejumlah tokoh nasional, dan berpengalamaan menangani masalah krisis citra, persepsi publik, dan reputasi : baik korporasi swasta, perusahaan publik, maupun BUMN. Tulisan-tulisannya seputar manajemen reputasi dan restorasi citra bisa dilihat di blog Budipurnomo.com.

Kini, Budi bersama tim Rep+ (Reputasi Plus) – Media Restoration Agency, dan tim Master SEO Indonesia,  menyediakan waktu untuk membantu personal dan korporasi/instansi yang menghadapi masalah komunikasi dengan pendekatan Crisis Management (CM),  Cyber Public Relations (CPR), Online Reputation Management (ORM), dan Image Restoration Theory (IRT).


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

NEWS

Mencicipi Kuliner Ayam Goreng Nelongso Gresik yang Enak dan Gurih

Published

on

Ayam Goreng Nelongso Gresik menjadi salah satu rumah makan dengan olahan ayam yang menjadi menu utama.

Sumselraya.com, Jakarta – Ayam Goreng Nelongso Gresik menjadi salah satu rumah makan dengan olahan ayam yang menjadi menu utama. Menariknya Ayam Goreng Nelongso Gresik  sudah ada informasinya di Traveloka.

Ayam Goreng Nelongso terkenal dengan harga makanannya yang cukup terjangkau. Jadi, dari berbagai kalangan bisa mencicipi kuliner satu ini. Buat kamu warga Gresik sudah bisa memesan menu-menu dari restoran ini di Traveloka Eats.

Ayam Goreng Nelongso yang Murah Meriah

Ayam Goreng Nelongso dikenal dengan makanan murah meriah. Bahkan dengan harga mulai dari Rp5.000 saja sudah bisa menikmati menu yang sangat enak. Sambal disini juga sangat lezat dan membuat ketagihan penikmatnya.

Ayam Goreng Nelongso biasanya menjadi favorit para mahasiswa karena harganya.  Ayam Goreng Nelongso Gresik merupakan salah satu cabang dari rumah makan utama yang ada di Malang. Tak hanya Gresik, ada banyak sekali cabang resto ayam ini dimana-mana.

Awal Berdiri

Ayam Goreng Nelongso didirikan oleh Mas Nanang pada tahun 2013 lalu di kota Malang. Awalnya resto ayam ini hanya buka di outlet kecil saja dan kini punya banyak cabang.

Menu yang Ada di Ayam Goreng Nelongso

Menu ayam di resto ini terdiri dari 2 jenis ayam yaitu ayam potong dan juga ayam kampung. Selain itu ada menu bebek, ikan, dan lainnya. Setidaknya resto ini bisa menghabiskan 1000 kilo ayam potong, 160 ekor ayam kampung, dan 200-an ekor bebek dalam sehari.

Kisaran harga menu yang tersedia beragam. Kisarannya mulai dari Rp6.000 hingga Rp23.000. Dengan mengeluarkan budget tersebut, kamu sudah bisa menikmati nasi ayam gorengnya yang lezat.

Jam Buka

Ayam Goreng Nelongso Gresik selalu buka dari setiap hari dari Senin – Minggu. Waktunya dari jam 9 pagi – 10 malam. Saat jam makan siang biasanya warung ayam ini cukup ramai, jadi jika kamu ingin santai hindari jam tersebut. Sebaiknya pesan tempat sejak awal agar tidak kehabisan tempat, kamu bisa booking melalui Traveloka Eats.

Lokasi

Adapun lokasinya ada di Jalan Tri Darma No.3 Gresik, Indonesia. Lokasi sebenarnya mudah dijangkau, namun bila kurang jelas, kamu bisa alamat tersebut di google maps saja agar tidak kesasar.

Pesan tempat di Resto Ayam Goreng Nelongso di Traveloka pastinya lebih mudah, cepat, dan sangat praktis. Sudah banyak sekali review tentang makanan ini di websitenya, jadi jangan ragu lagi. Selamat mencoba menu makanan di Ayam Goreng Nelongso yang enak, mengenyangkan, dan pas dikantong.


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HUKUM

Statemen Tersangka RJ Lino Dinilai Positif untuk Memulihkan Reputasinya

Published

on

Mantan Dirut Pelindo II, RJ Lino tersangka kasus pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC).

Sumselraya.com, Jakarta – Statemen mantan Dirut Pelindo II RJ Lino di Gedung KPK yang sudah lama ditetapkan sebagai tersangka dinilai cukup positif dalam upayanya untuk memulihkan reputasi.

Demikian disampaikan oleh praktisi media center & manajemen reputasi Budi Purnomo Karjodihardjo, di Jakarta (28/1/2020).

“Dalam istilah komunikasi, yang dilakukan RJ Lino adalah Taktik Minimization, yaitu melakukan aksi dan tindakan yang bertujuan agar publik mengurangi perasaan negatif, terhadap dirinya,” katanya.

Budi mencatat, setidaknya ada dua hal penting yang disampaikan oleh Lino. Pertama, Lino menunjukkan keberhasilannya selama menjabat Direktur Utama PT Pelindo II. Kedua, Lino mengaku senang dipanggil KPK setelah empat tahun menunggu.

Seperti disampaikan, pada saat Lino masuk Pelindo II, asetnya Rp 6,4 triliun, sedangkan waktu berhenti aset Pelindo itu mencapai Rp 45 triliun. Lino menjadi tersangka karena merugikan keuangan negara sebesar Rp 60 milyar.

Sedangkan soal penantiannya selama 4 tahun untuk kejelasan statusnya, sejak terakhir ke KPK pada 5 Februari 2016. Bukan karena kesalahan Lino, tidak seperti tersangka lainnya, yang kabur, atau menghilang.

Upaya Pemulihan Reputasi

Menurut Budi, tindakan komunikasi yang dilakukan oleh Lino termasuk image restoration action atau pemulihan reputasi (restorasi citra).

“Dari kacamata komunikasi, ini upaya yang positif. Mungkin bisa ditiru oleh tokoh-tokoh yang tersandung masalah krisis, baik persoalan hukum ataupun bukan,” katanya.

Menurut Image Restoration Theory, yang dilakukan Lino dimasukkan dalam Strategi Reducing Offensiveness of Event, terutama Taktik Minimization.

Budi menjelaskan, dalam strategi ini, dikondisikan bahwa pihak yang melakukan kesalahan pantas diberikan keringanan. Caranya adalah dengan mengutip tindakan-tindakan positif yang sudah dilakukan di masa lalu, sehingga diharapkan bisa mengurangi perasaan negatif.

Dapatkah upaya Lino ini mengurangi tindakan hukum yang dilakukan KPK? “Belum tentu. Persoalan hukum terkadang berbeda urusannya dengan masalah komunikasi,” kata Budi.

Namun, secara reputasi, statemen Lino dipastikan memberikan pengaruh yang positif terhadap citranya.

Biasanya tersangka KPK berusaha menghindar atau lari dari kejaran wartawan KPK atau menyerahkan urusan statemen kepada penasehat hukumnya.

“Lino tampil menjadi narasumber mahkota yang menjelaskankan langsung kepada pers, ini juga menjadi poin tersendiri,” kata Budi.

Seperti diberitakan media, setelah menunggu 4 tahun akhirnya tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan quay container crane (QCC) di PT Pelindo II, RJ Lino, diperiksa KPK di Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (23/1/2020). (tim)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NEWS

Strategi PR Pilihan Dato Sri Tahir untuk Merestorasi Citranya

Published

on

Dato’ Sri Prof. Dr. Tahir, MBA adalah seorang pengusaha di Indonesia, investor, filantropis, sekaligus pendiri Mayapada Group, sebuah holding company yang memiliki beberapa unit usaha di Indonesia.

Oleh : Budi Purnomo Karjodihardjo

DISADARI atau tidak oleh Dato Sri Tahir — dalam pandangan saya, Tahir sudah sangat tepat dalam melakukan strategi komunikasi dan langkah-langkah public relations untuk melakukan image restoration (pemulihan citra atau restorasi citra) yang dihadapinya.

Tahir adalah pendiri kelompok bisnis Mayapada Group, yang termasuk Orang Terkaya Indonesia Nomor 7 versi media Forbes, dia juga menantu Mochtar Riady, pendiri Lippo Group. Tahir baru saja diangkat menjadi salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres RI) Jokowi.

Masalah Inkonsistensi Informasi

Seperti yang diketahui, ada masalah komunikasi dalam sinkronisasi informasi, terutama saat beliau menanggapi pers terkait Jiwasraya, meskipun dalam hal ini bisa dipastikan bahwa Tahir sama sekali tidak terkait ataupun tersangkut dengan urusan Jiwasraya. Tidak ada hubungannya.

Namun berdasarkan data online, terlihat ada inkonsistensi antara pernyataan Tahir dengan fakta yang berkembang di pasar modal pada saat itu. Tahir pernah mengatakan pihaknya tidak pernah mau membeli saham maupun akuisisi dari siapapun.

“Jadi itu hoax total. Kami tidak pernah ada rencana mau beli atau ambil alih saham, siapapun. Termasuk saham-saham milik Pak Benny [Direktur Utama MYRX Benny Tjokrosaputro], apapun namanya,” ucap Tahir.

Statemen Tahir itu muncul di dalam berita yang dipublikasikan media Bisnis.com edisi 27 Desember 2019, dengan judul “Mayapada Group Tegaskan Tak Terkait dengan Kasus Jiwasraya“.

Sementara itu, dalam keterbukaan informasi di situs Bursa Efek Indonesia pada 17 Desember 2019, manajemen Hanson mengumumkan rencana menjual 49,99 persen saham perseroan di anak usahanya, PT Mandiri Mega Jaya. Saham itu akan dibeli oleh emiten properti yang terafiliasi dengan Grup Mayapada, PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO).

Mandiri Mega Jaya merupakan anak usaha Hanson yang menggarap proyek properti Citra Maja Raya, di Maja, Lebak, Banten. Dalam proyek itu, Mandiri Mega menjalin kerja sama operasional dengan PT Ciputra Development Tbk. dan PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP).

Selain Hanson International, Rimo International Lestari juga berencana melego sebagian saham dalam anak usahanya kepada Maha Properti. Perusahaan yang juga terafiliasi dengan Benny Tjokrosaputro (atau Benny Tjokro) itu berencana melepas 49,99 persen saham miliknya dalam PT Hokindo Properti Investama.

Berbagai berita media bisnis, pun kemudian mengutip pengumuman ini, dan mempublikasikan judul berbeda-beda. Meskipun judulnya berbeda, namun poinnya sama saja, yaitu ada rencana corporate action perusahaan milik Tahir dan Benny Tjokro, di bursa efek. Berbagai media mempublikasikan hal ini, contohnya :

Media Kontan.co.id, edisi 17 Desember 2019, menulis berita dengan judul “Emiten Properti Milik Keluarga Dato’ Sri Tahir Beli Perusahaan Benny Tjokro“.
Media CNBCindonesia.com edisi 18 Desember 2019, juga membuat berita dengan judul “Tahir akan Akuisisi Anak Perusahaan Benny Tjokro”
Berbagai media lainnya, silahkan googling.

Sedangkan hal lainnya yang terpisah dengan hal ini, namun menyangkut skandal Jiwasraya, Kejaksaan Agung pada 14 Januari 2020, sudah menetapkan 5 orang tersangka kasus korupsi Jiwasraya, termasuk Benny Tjokro.

Pernyataan Dato Sri Tahir

Pasca rencana corporate action dua konglomerat ini, tidak termonitor ada pernyataan resmi dari pihak Tahir seputar rencana corporate action dari perusahaan-perusahaan Tahir ataupun Benny Tjokro, hingga akhirnya Kejaksaan Agung menetapkan Benny Tjokro menjadi tersangka skandal Jiwasraya.

Pasca pengumuman Kejagung, akhirnya Tahir membuat pernyataan signifikan yang sangat material dan penting. Jika dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi, bisa jadi menjadi bahan keterbukaan informasi atau fakta material emiten.

Media Tempo, edisi Minggu, 17 Januari 2020, menulis berita dengan judul “Dato Tahir Batalkan MoU dengan Perusahaan Tersangka Jiwasraya”.

Setidaknya, ada tiga poin yang disampaikan Tahir di media ini. Pertama, membantah perusahaannya akan membeli saham PT Hanson International Tbk (kode perdagangan di Bursa Efek Indonesia MYRX), milik tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Benny Tjokrosaputro.

“Tidak mungkin terjadi itu. Coba dicek lagi, tidak pernah terjadi pembelian Hanson,” kata dia saat dihubungi Tempo, Ahad, (19/1/2020).

Kedua, Tahir mengakui Grup Mayapada pada Desember lalu pernah mengumumkan rencana pembelian saham Hanson di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia.

Namun, kata dia, rencana pembelian tersebut baru sebatas nota kesepahaman. “Setelah MoU tidak ditindaklanjuti lagi,” kata dia.

Ketiga, Tahir mengatakan, pertimbangan utama manajemen adalah lesunya bisnis properti saat ini, jadi tidak terkait dengan kasus dugaan korupsi Jiwasraya yang melibatkan Komisaris Utama Hanson Internasional, Benny Tjokro.

Corective Action Strategy

Nah, dalam ilmu komunikasi, terutama Teori Pemulihan Citra (Image Restoration Theory), apa yang dilakukan Tahir termasuk dalam dalam Strategi Corrective Action.

Corrective Action Strategy adalah strategi pemulihan citra dengan melakukan tindakan korektif, dimana pihak tertuduh berusaha untuk mengembalikan citranya dengan tindakan memperbaiki kegiatan yang sudah dilakukan, atau yang akan dilakukan.

Yang dilakukan Tahir, lebih dari itu. Dia melakukan tindakan korektif total dengan membatalkan corporate action perusahaannya di bursa efek. Menurut saya, langkah ini akan mengembalikan reputasi citranya menjadi lebih baik lagi, minimal seperti semula.

Begitulah. Strategi Corrective Action ini merupakan salah satu dari lima strategi atau jalan keluar untuk pemulihan citra, seperti yang ditawarkan oleh pencetus teori ini, yaitu Profesor Ohio University yaitu William Benoitt dalam bukunya “Account, Excuses, and Apologies” (1995).

Empat strategi lainnya yang dipercaya Benoitt bisa menjadi jalan keluar untuk memulihkan citra, adalah :

Denial Strategy. Strategi ini dilakukan dengan upaya penolakan sebagai reaksi alami terhadap sebuah tuduhan. Caranya dengan membantah sudah melakukan tindakan yang ditudingkan.

Evading of Responsibility Strategy. Penghindaran tanggung jawab terhadap tindakan tersebut. Tujuannya adalah untuk mengurangi tanggung jawab terhadap tindakan yang dimaksud, dengan berbagai alasan yang argumentatif.

Reducing offensiveness of Event Strategy. Pada strategi ini, Benoit membuat pihak tertuduh (sekelompok orang/individu yang melakukan sebuah kesalahan) terlihat patut diberikan keringanan, dengan berbagai alasan dan argumentasi yang tepat.
Mortification Strategy. Benoit menyebutkan strategi penyiksaan diri. Pihak tertuduh ini dapat memilih untuk mengakui kesalahan dan meminta pengampunan atau minta maaf.

Reputasi Lebih Penting daripada Uang

Siapapun tokoh yang disangkutpautkan dengan Asuransi Jiwasraya (meskipun tidak ada kaitannya) maka nama baik, reputasi, dan citra tokoh tersebut akan terganggu. Indeks reputasinya berpotensi turun.

Sudah jelas, hal ini memerlukan langkah, tindakan, dan upaya image restoration (pemulihan citra atau reputation repair) yang tepat.

Tahir sudah mengambil momentum yang tepat untuk memulihkan citranya, memperbaiki reputasi dan nama baiknya dengan konten yang relevan dan waktu yang sangat tepat.

Tidak semua orang bisa mengambil tindakan seperti beliau. Sebagai owner perusahaan, Tahir memiliki kekuasaan untuk membatalkan transaksi raksasa tersebut.

Pasti mahal sekali biaya reputasi citra untuk memisahkan diri dari Benny Tjokro yang tersangkut skandal Jiwasraya. Potensial gain yang kemungkinan akan diperoleh (jika terjadi transaksi) tentu juga besar sekali. Tahir, pasti sudah memperhitungkan semuanya ini.

Namun, sepertinya Tahir juga sepakat dengan investor pasar modal internasional Warren Buffett yang menyebutkan bahwa reputasi lebih penting daripada uang. Sehingga beliau memutuskan untuk tidak bertransaksi dengan Benny Tjokro.

Sukses selalu untuk pak Tahir — yang juga tokoh Filantropi Indonesia itu. (*)

Budi Purnomo S.IKom, M.IKom pernah memimpin Media Center sejumlah tokoh nasional, dan berpengalaman menangani masalah krisis citra, persepsi publik, dan reputasi : baik korporasi swasta, perusahaan publik, maupun BUMN. Tulisan-tulisannya seputar manajemen reputasi dan restorasi citra bisa dilihat di blog Budipurnomo.com

Kini, Budi Purnomo bersama tim Rep+ (Reputasi Plus) – Media Restoration Agency, Sapu Langit Communications, dan tim Master SEO Indonesia, menyediakan waktu untuk membantu personal dan korporasi/instansi yang menghadapi masalah komunikasi dengan pendekatan Crisis Management (CM), Cyber Public Relations (CPR), Online Reputation Management (ORM), dan Image Restoration Theory (IRT).


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending